"Kak Hyunsuk, Kak Yoshi mana?"
Istirahat kedua di hari pertama semester baru. Hyunsuk, Jihoon, Junkyu, Doyoung, Jaehyuk, Asahi dan Junghwan sudah kembali berada di kantin. Setelah tadi di saat istirahat pertama mereka menyebar.
Sebenarnya dari sebelum bel mereka sudah keluar, maklum sajalah hari pertama tidak ada pelajaran efektif.
"Di kelas. Dia kepilih jadi sekretaris. Makanya lagi ngurus administrasi kelas tuh sama pengurus yang lain. Nanti katanya nyusul ke sini kok,"
"Kelas kalian ganti pengurus? Kelas gue mah tetep si Mark," Jihoon bertanya sambil memakan kripik kentang di tangannya.
"Iya, kita ganti. Sekarang yang jadi ketuanya si Bomin,"
Jihoon ngangguk-ngangguk.
Junghwan yang mendengar Yoshi masih di kelas hanya mengangguk dan diam di tempat. Gak minat lagi untuk bicara karena gak ada Ayang.
Kenapa sih screentime dirinya sama Yoshi dikit banget? Heran deh.
"Gue cabut dulu deh ya, nanti kalo Kak Yoshi nyariin bilang gue ke UKS ya Kak, Bang. Mau ngadem sekalian tidur,"
Karena sudah terlewat malas dan gak tau ma ngapain, Junghwan memilih pergi meninggalkan rekan-rekannya di kantin itu.
"Okey! Hati-hati kebablasan Wan!"
"Aman Bang Ji! Lagian kan ada Dokternya, pasti dibangunin ntar!"
Junghwan mengangkat jempolnya pada Jihoon, setelahnya dia berjalan menjauh.
"Yedam sama Mashiho masih di kelas juga?" Giliran Hyunsuk yang bertanya pada Junkyu dan Doyoung.
"Iya, kata Kak Yedam dia kepilih jadi bendahara terus mereka ngurusin duit kelas. Kalo Kak Cio sih cuma nemenin aja, ya kan Bang?"
Junkyu menganggukkan kepala mendengar penjelasan Doyoung. Dia sama kayak Junghwan, energinya hilang karena gak lagi bareng Ayang.
Hilih.
"Hmm, oke deh."
Setelahnya, tidak ada obrolan berarti diantara enam orang itu.
Junkyu cuma diam menopang dagu sambil memainkan sedotan pada minumannya, lalu Doyoung cuma nonton film di ponselnya, Hyunsuk sama Jihoon asik ngobrol berdua tentang jam pelajaran tambahan bagi kelas dua belas, sedangkan pasangan yang satu lagi, keduanya sibuk bermain game di ponsel Jaehyuk.
Si Junkyu keliatan banget woi ngenesnya. Gak ada yang mau nemenin?
"Woo,"
Sudah sekitar puluhan kali Haruto mencoba menarik perhatian sang tunangan, namun sekali saja Jeongwoo tidak pernah mempedulikannya. Palingan hanya menoleh, lalu diam dan kembali ke aktivitasnya.
Seperti yang Yedam bilang pada Doyoung, agaknya Jeongwoo beneran marah.
Dan Haruto yang entah tingkat kepekaan mulai menurun atau bagaimana, tidak menyadari hal yang ia perbuat kemarinlah yang membuat si serigala itu marah.
Mari kita sedikit flashback kejadian kemarin yang Doyoung jelaskan secara singkat kalau dia dan Haruto mendekam di rooftop sampai malam sambil gitaran itu.
Sekitar jam lima sore di hari minggu, Doyoung menghampiri Haruto yang lagi asik duduk manis nonton tv di ruang tengah sendirian, ditemani sama sekaleng biskuit yang dia makan sejak setengah jam yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
RandomWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
