Panjang gais :')
***
"Ini gak ada yang mau jawab pertanyaan gue, gitu?" tanya Hyunsuk saat tak ada yang menjawab pertanyaan awalnya ketika mereka semua baru berkumpul di gazebo ini. Mereka semua malah ngobrol sendiri-sendiri.
Tunangan Junkyu, Takata Mashiho, menggelengkan kepala dengan senyum manis. "Cio sih enggak, Kak Hyun. Cio malah nunggu buat di jodohin. Karena dari kecil Mama Cio bilang kalau Cio nanti bakal ditunangin. Jadi, Cio gak sabar buat ketemu tunangan Cio."
"Aduh, dek Cio gemes banget. Mau jadi pacar Kakak gak?" kata Junkyu sambil menatap tunangannya dengan senyum gemas.
Mashiho menoleh. "Ngapain pacaran lagi? Kan udah tunangan?" katanya dengan kepala miring sedikit dan ekspresi lucu.
Oke. Bukan cuma Junkyu yang gemas. Tapi yang lain juga kena serangan keimutan seorang Takata Mashiho.
"Yang lain gimana?" tanya Hyunsuk lagi saat tak ada yang menjawab selain Mashiho.
"Emang lo punya niat buat nolak?" tanya Jihoon pada tunangannya itu.
Hyunsuk menoleh sebentar. Kemudian mengangguk menjawab. "Gue kan udah punya pacar--oke, udah putus sih tadi siang. Tapi tetep aja gue gak terima di jodohin begini,"
"Terima aja sih. Gue ganteng gini loh," Jihoon menampilkan senyum menggoda kearah Hyunsuk.
Ya, Hyunsuk akui tunangannya ini memang ganteng. Banget malah. Bisa Hyunsuk bilang, Jihoon lebih ganteng dari Gon.
Tapi kenapa kayaknya Jihoon ini orangnya menyebalkan ya?
"Please, Bang Ji. Gak usah sok cakep." kata Jeongwoo. Menatap malas kearah kakaknya itu.
"Diem, babu!"
"Sejak kapan gue jadi babu lo?!"
"Lah? Lo kan emang babu gue sejak dulu. Baru sadar?"
"Sini gelud kita!"
Haruto segera menenangkan Jeongwoo yang mau berdiri dari tempatnya dan menghampiri Jihoon yang kini sedang menjulurkan lidah menatap Jeongwoo dengan mengejek.
Hyunsuk menghela nafas.
Kan, Jihoon orangnya menyebalkan.
"Gue sih gak nolak, Kak. Lagian gue juga udah tau dari lama bakal dijodohin sama Kak Yoshi," kata Junghwan menampilkan senyumnya. Memandang Yoshi penuh perhatian.
Yoshi sendiri salah tingkah.
Berondong satu itu kenapa bisa-bisanya bikin Yoshi kayak gini?!
"Eh, bentar." Yoshi menyadari sesuatu. "Lo bilang, lo udah tau dari lama kalau gue yang bakal jadi tunangan lo?"
Junghwan mengangguk. "Bunda pernah cerita dulu. Katanya gue udah punya calon tunangan, jadi gue gak perlu nyoba-nyoba buat pacaran. Dan waktu itu Bunda ngasih tau gue kalau itu Kak Yoshi. Oh iya, kita pernah ketemu sebelumnya loh Kak."
"Iya? Dimana?" tanya Yoshi penasaran.
Junghwan tersenyum. Membenarkan posisi duduknya. "Museum Harta Karun. Tiga tahun lalu,"
"Hah? Bentar," Yoshi terlihat mengernyitkan dahinya. Mencoba mengingat-ingat kejadian tiga tahun lalu saat dirinya berkunjung ke Museum Harta Karun bersama satu keluarga. "Lo Wawan?!" kata Yoshi kemudian dengan rasa terkejutnya.
Junghwan mengangguk. Masih tersenyum kalem.
Ganteng banget sih, gila!
Yoshi benar-benar terkejut. Dia tidak menyangka bahwa tunangannya adalah seseorang yang dia kenal tiga tahun lalu secara tidak sengaja di sebuah museum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
RandomWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
