"Akh, anjing! Sakit Woo!"
"Diem gak??!"
Daritadi, suasana uks yang semula hening karena Hyunsuk belum sadar, menjadi gaduh setelah Jeongwoo dengan kesal mendekati Kakaknya sambil membawa kotak P3K. Mengobatinya dengan 'pelan'.
Semua orang meringis begitu tatapan mereka beralih menatap wajah Jihoon yang babak belur.
Saking khawatirnya dengan keadaan Hyunsuk, Kakak Tertua mereka, tidak ada yang sadar dengan keadaan Jihoon yang tidak bisa dibilang baik-baik saja.
Perlawanan Byounggon karena Jihoon lengah tadi, cukup terasa menyakitkan.
Tadi, Jihoon membawa Hyunsuk ke UKS. Karena kebetulan uks ada di lantai dua di gedung barat itu, jadi mereka hanya perlu menuruni tangga atau menggunakan lift.
Semua orang menunggu Hyunsuk sadar. Tentu dengan segala emosi tertahan di dalam diri masing-masing.
Penampilan Hyunsuk sudah lebih baik. Yoshi sempat berlari ke parkiran dan mengambil baju ganti untuk Hyunsuk didalam mobil.
Cakaran tipis dibahu Hyunsuk juga sudah diobati. Tak lupa juga Yedam dengan sigap mengusap minyak kayu putih dibeberapa bagian tubuh Hyunsuk, berharap bisa mempercepat lelaki manis itu sadar.
Di uks hanya ada mereka berdua belas. Posisinya entah duduk di atas ranjang, duduk dikursi, atau berdiri.
Jihoon dan Jeongwoo ada diranjang samping kiri Hyunsuk terbaring. Duduk saling berhadapan, dengan Jeongwoo mengobati luka Kakaknya.
"Ini kalo Mama Baekhyun tau lo luka lagi karena berantem, pasti dicoret dari kk."
Kalau Jihoon daritadi sibuk meringis kesakitan dan kadang mengumpati adiknya, Jeongwoo sibuk ngedumel sesekali ngejulid.
"Ya jangan dikasih tau lah--- Si anjir! Jangan diteken dong bgst!"
"Bacot!"
Jeongwoo dengan kesal mengobati Kakaknya itu. Sesekali menekan kapas yang sudah berisi alkohol pada permukaan wajah Jihoon yang terluka dengan kuat.
Jeongwoo diam kemudian. Fokus pada kegiatannya. Sedangkan Jihoon masih mengeluarkan kata-kata kasar hingga semua manusia di sana kupingnya jadi panas.
Eh gak lama, Jeongwoo tiba-tiba nangis pas nutupin luka Jihoon pake plester luka gambar Bye Kitty warna pink.
Padahal matanya masih sembab karena kejadian di rooftop. Tapi dia nangis lagi.
"Lah? Lah?! Kok nangis sih??!"
Jihoonnya panik dong.
Haruto yang radar pekanya meningkat, langsung melesat ke depan Jeongwoo. Di samping ranjang itu.
Yang lain juga jadi mengalihkan pandangan pada lelaki itu.
"Lo bikin gue takut tau gak sih, Bang? Gimana, gimana kalo dia lebih kuat dari lo? Gimana kalo lo berakhir kayak dulu lagi? Gue takut, gue takut Bang! Udah cukup sekali aja gue hampir kehilangan lo. Jangan lagi, hiks."
Jihoon langsung menarik adiknya ke dalam pelukan. Membiarkan tubuhnya terasa nyeri kala melakukan hal itu.
Jihoon juga baru sadar punggung tangannya ikut terluka. Dadanya juga sempat menjadi sasaran pukulan Byounggon waktu di rooftop tadi.
Lumayan bikin dia ngerasa sesek.
"Gue gak papa, oke? Udah, lo tenang. Jangan cengeng gitu ah. Nih ya denger! Kalo dia kuat, yang sekarat di rooftop pasti gue bukan dia. Udah, jangan nangis lagi. Jelek,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
CasualeWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
