Jaehyuk mengerjapkan kedua matanya dengan bibir terbuka kecil.
Dia menatap ke arah sosok lelaki yang tengah duduk di kursi meja belajarnya sambil membereskan buku-buku miliknya.
Berkali-kali Jaehyuk mencoba untuk bicara dengan Asahi, namun lelaki itu hanya menanggapi dengan kata-kata singkat. Seperti 'ya' 'gak' 'hm' 'apa' 'oh'.
Kan Jaehyuk jadi bingung ini dia harus ngapain biar Asahi notice dia lebih panjang gitu.
"Asahi, butuh bantuan?" tawar Jaehyuk kemudian saat dirinya sudah meyelesaikan kegiatan menata barang-barang miliknya di rak.
Asahi menoleh. Dengan ekspresi datarnya, dia menggeleng. Lalu kembali fokus pada kerjaannya.
Jaehyuk menghela napas pasrah. Lelaki itu beranjak kearah balkon kamar dan memandangi halaman belakang rumah mereka.
Jaehyuk menumpu kedua tangannya pada pembatas, beralih kini jadi memandang langit biru.
Jaehyuk tersenyum miris ketika mengingat bagaimana respon Asahi sedari awal mereka bertemu jika dia ajak mengobrol.
"Gue berasa tunangan sama tembok, sialan." gumamnya pelan.
Gak tau aja Jaehyuk kalau Asahi itu punya suatu kelebihan yang akan membuat dirinya terkejut jika Asahi memperlihatkannya.
Bisa-bisa Jaehyuk spot jantung kalau tau.
Cukup lama Jaehyuk memandangi langit, hingga dirinya dikejutkan oleh rasa dingin di pipi kirinya.
Saat menoleh, ada Asahi dengan ekspresi datarnya sambil menyodorkan tangan kanan berisi minuman.
Itu sumber rasa dingin yang dirasakan Jaehyuk pada pipinya.
"Buat gue?" Asahi mengangguk. Jaehyuk tersenyum lebar dan segera mengambilnya.
"Tau aja gue suka susu pisang," katanya dengan kekehan kecil sembari menatap susu pisang dingin itu yang kini sudah berpindah ke tangannya.
Asahi meminum air mineral yang dia bawa. Ikut menatap kearah langit. "Lo emang suka itu dari dulu,"
Jaehyuk terpana. Hampir tersedak susu pisang yang dia minum karena mendengar Asahi bicara lebih dari dua kata.
Tapi lelaki itu mengernyitkan dahi bingung atas perkataan Asahi.
"Maksud lo? Bentar, jangan bilang, ini kasus kita kayak Kak Yoshi sama Junghwan?" tebaknya dengan raut tidak percaya. Tapi Jaehyuk jadi memiringkan kepala sembari mengingat apakah dia pernah bertemu Asahi sebelumnya.
Dan dia rasa, mereka tidak pernah bertemu.
Asahi menoleh sebentar ke arah Jaehyuk. Kemudian kembali meminum air mineralnya dan menatap ke depan.
Tidak bersuara untuk membenarkan atau menyangkal pertanyaan Jaehyuk.
Jaehyuk sendiri sedang memutar otaknya untuk mencari kenangan yang berkemungkinan antara dia dan Asahi.
Namun sekeras apapun Jaehyuk mencoba, dia tidak mendapat ingatan tentang sahabat, teman, orang terdekat, atau lelaki lain yang pernah bersamanya selain keluarganya sendiri.
Tidak ada ingatan tentang dia pernah berteman atau bertemu dengan seseorang sejak umurnya delapan tahun, selain dengan keluarganya.
Jaehyuk semakin mengernyitkan dahinya ketika dia sadar, bahwa tidak ada satu pun kenangan yang dia punya saat umurnya di bawah 8 tahun.
Apa yang sedang terjadi?
Jaehyuk merasakan kepalanya berdenyut seiring dia mencoba untuk mencari ingatan dalam kepalanya yang tak kunjung ketemu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
AlteleWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
