Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Home 28 - Malam Yang Panjang

7.3K 1K 242
                                        

Matahari perlahan menyembunyikan diri. Meninggalkan guratan jingga dilangit dengan sedikit awan putih gelap menyelimuti. Senja datang, bersiap menemani para makhluk ciptaan Tuhan sejenak, sebelum diganti oleh sang malam.

ANJAY UDAH PUITIS BELOM??!



Tapi kayaknya bakal lucu kalo gaya ketikanku berubah gitu. Jadi, ayo balik aja ke awal.



Sore datang dengan cepat.

Para peserta camping sedang mengantri menggunakan kamar mandi. Bahkan ada yang menggunakan satu kamar mandi bertiga kalo Author Dit gak salah intip.

Mau ngintip bareng gak?

Setelah tadi acara outbond selesai dengan pembagian hadiah istimewa untuk para pemenang, para peserta dibubarkan untuk kegiatan bebas. Namun nanti di jam 9 malam, mereka harus kembali berkumpul di lapangan.

Katanya, mau ngadain api unggun raksasa.

Untung lapangan upacara tempat mereka mengadakan perlombaan tadi tuh permukaannya semen, bukan rumput hijau kayak lapangan bola.

Kan kasian rumputnya nanti.

Selama waktu menunggu jam berkumpul, para peserta melakukan banyak kegiatan sendiri-sendiri atau bersama kelasnya.

Tentu saja, setelah mereka membersihkan diri.













Kelas 12-2 sedang berkumpul di depan tenda. Mereka lagi persiapan buat makan malam.

Menunya apa?

Tentu saja, mie instan cup. Ditambah beberapa sosis.

Ah, mantap.

"Nanti kita ngumpul di lapangan, ngapain lagi deh?" Lucas yang sepertinya sudah baik-baik saja, bertanya ditengah hening para anak kelasnya yang sibuk memakan mi masing-masing.

"Tau tuh. Bapaknya Jeno ada-ada aja dah idenya. Gue udah ngantuk padahal," Hyunjin menyuap mi yang udah dia tiup sebentar tadi, setelah menjawab atau lebih tepatnya mengomentari perkataan Lucas.

"Bapak gue emang begitu. Idenya banyak banget. Mana aneh-aneh lagi. Semoga aja kita cuma disuruh duduk diem ngelilingin api unggun, gak disuruh ngapa-ngapain." Jeno menimpali.

Hmmm. Sepertinya kelas ini sudah biasa menggibahi Pak Kepsek di depan anaknya, karena anaknya sendiri nampak suka cita ikut dalam pergibahan.

"Gue cuma berharap aja kita gak didongengin sejarah berdirinya sekolah nanti. Bapaknya Jeno kan suka mengenang masa lalu," Junkyu berkata sambil mengunyah. Namun suaranya tetap jelas.

Perkataan Junkyu diangguki semua kepala disana. Termasuk anaknya Pak Jaehyun yang jadi bahan gibah mereka.

Dan kegiatan mereka menunggu waktu berkumpul kembali, hanya dipenuhi oleh pergibahan.

Dari Pak Kepsek, bergeser ke guru BK, terus wali kelas mereka, bahkan sampe Pak Satpam juga digibahi oleh mereka.

Pergibahan mereka terhenti sampai topik Mbak Kun si penunggu cantik pohon bunga sakura belakang sekolah.

Iya, di belakang sekolah mereka ada satu pohon sakura besar yang umurnya udah tua banget di pojokan.

Dan katanya, ada satu makhluk penunggu di sana.

Mereka menghentikan gibah bukan karena sudah waktunya berkumpul, tapi mereka semua merasa dingin dibagian belakang leher.

Mungkin, Mbak Kun lagi ikut dengerin pergibahan mereka.




















Home || TreasureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang