Mention of blood, violence, harsh words, an accident which is will trigger some people.
So, hati-hati ya?
Abis ini uwu-uwuan lagi kok, tenang.
***
"Wah wah! Asik banget nih ngumpulnya, gabung dong!"
Di lantai satu gedung terbengkalai itu, ada ruangan luas yang tembok di segala sisinya sudah rampung, memperlihatkan sekumpulan anak muda dengan gaya khas anak-anak geng motor tengah duduk-duduk di atas motornya.
Di bagian terdalam, ada seperti sebuah ruangan yang mungkin markas utama mereka. Sedang di ruangan luas yang bisa dimasuki banyak orang itu hanya ada sekumpulan motor dengan pengendaranya.
Kumpulan anak-anak muda berkisar umur 15-19 tahun yang berjumlah dua puluhan itu menjadi waspada ketika Haruto dan kawan-kawan masuk ke dalam area mereka.
Salah satu dari kumpulan geng Galaksi itu menyeringai menatap sosok yang ia kenal, tentu saja Haruto.
"Widih, ada tamu dari Treasure High School nih berkunjung ke markas kita. Eh tapi, mana dong harta lo? Yang manis itu kemarin, kok gak dibawa? Lo dateng mau ngasih dia ke kita kan?"
Rahang Haruto mengeras, apalagi melihat orang itu tertawa mengejek. Matanya menatap tajam sosok yang tempo hari juga ada bersama si Samudera. Sebut saja namanya Yuda. Yang satu lagi gak keliatan sih di sana, tapi namanya Jendral.
"Lo mau ketemu si manis itu? Gak mungkin bisa woi. Gak cocok lo, nanti yang ada malah kemanisan dia turun gara-gara keaseman lo."
"Pfft! Bhahahahahaha!"
Junghwan tertawa keras sampai sakit perut melihat Jihoon sudah memulai aksinya.
Si Yuda mengepalkan tangan. Lelaki itu bangkit dari atas motornya, melepas jaket identitas geng mereka kemudian melakukan peregangan pada tubuh.
"Mulut lo kek motor baru dikasih oli aja dah Bang, ngegas bener. Jadi, kalo kalian ke sini bukan karena itu terus mau ngapain nih? Ikutan kita-kita ngopi?"
"Boleh sih, asal kopinya dari Starbuck aja. Traktir yak?"
Si Junghwan udah bengek bareng sama Jaehyuk dengerin Jihoon yang mulai songong itu.
"Kita ke sini bukan buat ngopi, tapi mau nyari ketua kalian nih. Mana dia? Bilangin malaikat maut nya lagi nunggu di sini,"
Sontak semua anggota langsung memasang sikap siaga mendengar ada yang lagaknya mau menantang mereka.
"Widih, mau nantangin nih ceritanya? Dengan kalian yang cuma berenam? Mana keliatan banget kayak gak pernah mukul orang. Yakin mau nantang?"
"Kita aja cukup kali buat ngegepengin lo yang cungkring begitu. Heran dah gue, lo gak dikasih makan ya sama ketua lo?"
Emosi Yuda sudah berada di puncak nya mendengar kata-kata Jihoon.
"Ada apa nih? Kok ribut-ribut?"
Eh tiba-tiba muncul empat orang dari dalam ruangan yang kemungkinan markas utama mereka.
Haruto tersenyum lebar menatap satu orang yang berdiri di tengah. Agaknya sudah tidak sabar dia buat mukul anak orang.
"Ada tamu nih Sam. Dari THS, lagaknya sih mau nantangin. Hahaha!"
Samudera mengangguk. Dia dan tiga orang lainnya berjalan hingga berhenti di samping Yuda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
RandomWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
