"Akhirnya, penderitaan ini selesai!"
Jihoon merebahkan tubuhnya ke atas sofa ruang tengah begitu memasuki rumah.
"Akhirnya bisa tidur puas sampe hari minggu,"
"Lo mau langsung mati tidur sampe hari minggu, Bang?"
"Ya gak gitu konsepnya adek laknat!"
Doyoung segera kabur dari geplakan tangan Junkyu. Berlari ke belakang tubuh Mashiho, sembunyi di sana.
Ehmm, apa gak salah tempat Doy??
"Udah udah. Kak Ajun katanya mau tidur. Sana bersih-bersih dulu abis itu makan, baru boleh tidur."
"Siap permaisuriku! Tapi, masakin dong, hehe."
Mashiho tertawa kecil. "Iya Cio masakin, sana mandi ganti baju dulu."
"Oki doki yoo!"
Junkyu berpose hormat, lalu balik kanan bubar jalan dan meninggalkan ruang tengah.
"Kak Cio, gue ikut masak ya? Laper juga nih," Jeongwoo mendekati Mashiho dan memeluk lengan lelaki manis itu.
"Iya ayo, kita masak bareng."
"Woo, masakin gue dong!"
Jeongwoo menolehkan kepala menatap Junghwan. Lalu menjulurkan lidahnya.
"Ga mauu!"
"Dih! Ayo dong Woo, masa lo tega sama sahabat lo ini?"
"Tidak gratis wahai bestie!"
"Aih, gak jadi deh gak jadi."
Jeongwoo tertawa bahagia melihat Junghwan cemberut. Tak sadar ada sosok manusia yang sudah menahan kesal dan menatap keduanya dengan pandangan tajam.
"Mata lo kondisikan. Mau minta di colok?"
Haruto mendengus saja mendengar perkataan Kakaknya. Tanpa kata lelaki jangkung itu beranjak menyusul Junkyu meninggalkan ruang tengah.
Yoshi geleng-geleng kepala. "Hadeuhh, cemburuan amat kayak Daddy Hanbin."
"Gue duluan ya gaes, mau ganti baju dulu. Cio sama Jeongwoo gak mau ganti dulu baru masak?"
Jeongwoo menggeleng. "Gak deh Kak Yoshi. Langsung aja, udah laper soalnya."
Mashiho juga mengangguk.
"Ya udah deh. Yang lain ganti baju dulu. Kalo laper, ke dapur aja. Nitip masak, jangan masak sendiri kecuali yang bisa. Nanti malah kebakar dapurnya."
Hyunsuk terkekeh, setuju dengan perkataan Yoshi.
"Udah ayo bubar-bubar!"
"Ada libur empat hari nih, kita gak mau ngapain gitu?"
Haruto yang duduk lesehan di atas karpet di ruang santai lantai dua, menatap semua kepala yang ada di sana.
"Mending tidur,"
Sudah bisa ditebak itu usul siapa.
"Dih, tidur mulu. Tidur selamanya, mampus lo!"
"Heh Doyoung! Mulutnya gak boleh gitu!"
"Aduh! Sakit Kak Yedam, shh."
Doyoung mengelus lengannya yang dicubit Yedam. Sakit banget cuy!
Junkyu sih udah ketawa nista liat adiknya menderita. Sambil menikmati kelembutan tangan Mashiho yang dia genggam sejak tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
De TodoWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
