#84 sama #85, ingat ya saya double up hehehehehe
sama sama
***
“Waktu tuh kenapa, sih? Cepet banget berlalunya? Ini kita kenapa udah masuk ujian aja, sih, anjir?”
Senin pagi, suara keluhan dari mulut Kim Junkyu memenuhi meja makan.
Iya, ini hari Senin buat ujian terakhir yang dilalui siswa kelas dua belas. Habis ini mereka bebas dan tinggal nunggu pengumuman sambil mulai daftar ke perguruan tinggi.
Kemudian satu bulan lagi, adalah giliran para adek kelas yang bakalan tempur sama ujian akhir di semester genap ini.
Sama-sama perang, dengan tujuan akhir yang beda.
“Ya kalo gerak nya lambat, lo bisa aja masih bayi sekarang.”
Jihoon dan mulut julidnya, menjadi balasan atas keluhan Junkyu.
Udah kebiasaan. Harap dimaafkan.
“Cih, gak gitu juga kali. Lebay lo,” Junkyu menatap Jihoon dengan sinis. Menyalurkan rasa kesal padahal jauh di hati kecilnya, dia sedang merasa gugup.
Takut salah menjawab nanti.
“Ya, gimana? Pertanyaan lo aneh. Kalo waktu gak berjalan, kita gak bakalan idup.”
Jihoon menampilkan senyum puas saat Junkyu hanya mendecih tanpa berniat membalas.
Ya udah sih, Jihoon bener kok.
Tapi Junkyu juga gak salah.
Karena aku juga mikir hal yang sama, kenapa waktu bisa berjalan secepat ini? I mean, times really changed so fast. Gak paham lagi deh sama alur semesta.
Bisa gak sih, waktu itu diulang? Atau, diputer ke masa lalu?
Ya kali.
“Kalian berdua nih, ya. Yang satu suka ngeluh, satu lagi suka julid.” Hyunsuk geleng-geleng kepala. Menatap satu persatu wajah Jihoon dan Junkyu. “Bikin duo, sana. Channel ITube, gitu. Siapa tau viral,”
“Nanti isi kontennya cuma 'keluhan dan julid hari ini, hashtag satu'. Woahh anjaiii ngakak banget!”
Haruto tertawa lebar. Diikuti Jeongwoo, Doyoung dan Junghwan. Para kakak hanya geleng-geleng kepala, dengan Junkyu yang langsung melayangkan toyoran manis di kepala sang adik.
“Kagak usah ketawa lo monyet!”
Para maknae malah semakin tertawa.
Biarin deh, sebahagia mereka aja udah.
“Kalian libur lagi berarti, ya?” Yoshi mengalihkan pandang menatap adek-adeknya.
Hampir semuanya mengangguk. Namun hanya Mashiho yang menjawab, “iya, Kak. Libur lagi kita,”.
“Ya udah, ayo berangkat gengs. Kalo telat, gak lucu banget. Ujian telat, gimana ceritanya itu.”
“Mau bikin cerita telat ujian? Gue mah ayo aja, biar keren.”
“Keren, kepala lo empat!” Hyunsuk memukul lengan atas Jihoon kesal, sedang si empu hanya terkekeh. “Gak ada ya telat-telat! Ayo, berangkat!”.
“Iya, nyonya.”
Dan pagi itu berakhir dengan tawa para maknae yang kembali terdengar akibat perkataan terakhir Jihoon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
DiversosWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
