“Besok hari terakhir kan Kak?”
Junghwan menaruh sebuah cangkir yang masih mengepulkan asap di atas meja belajar Yoshi. Si Sulung kedua cucu Kakek Kim itu menampilkan senyum lebar sembari menatap sang tunangan.
“Thanks, Hwan.” Yoshi mengambil cangkir berisi coklat panas itu dan meminumnya sedikit, “hah. Yah besok terakhir TO. Kepala gue udah agak panas nih, akhirnya selesai juga.”
Junghwan mengangkat tangan kanannya untuk mengelus puncak kepala Yoshi, “lo udah kerja keras, makasih ya Kak.”
“Makasih apaan, sih?” Yoshi geleng-geleng kepala, “gue kali yang harus bilang makasih ke lo karena selalu ngingetin gue buat istirahat kalo udah kelamaan belajar. Thanks ya, Hwan?”
“Iya, sama-sama.” Junghwan menjauhkan tangannya, terkekeh pelan kemudian berjalan menuju sofa kecil di kamar mereka.
“Lo lanjut aja belajarnya, gue ditemenin. Gue mau sambil main game tapi,”
“Okee. Sana main yang anteng,”
“Iyaa, lo juga belajar yang anteng.”
Yoshi tertawa. Lelaki itu memandangi Junghwan sekali, kemudian meletakkan cangkirnya di pinggir meja dan melanjutkan proses belajarnya.
Junghwan mulai menutup bibir, berusaha tidak menimbulkan suara agar tidak mengganggu fokus Yoshi. Lelaki itu mengambil earphone dan memasangnya pada ponsel, kemudian mulai memainkan game online sendirian.
Ah, tidak. Dia bermain bersama Haruto.
Yang sering main game dan selalu ribut ditiap keadaan, pasti tidak akan bisa seperti Junghwan.
Ada sekitar satu jam Junghwan berbaring di atas sofa sambil bermain game online di ponselnya, lelaki itu mulai merasa lelah.
“To, gue log out dulu ya. Capek njir, lo lanjut aja sendiri.” Junghwan berbicara pelan dengan Haruto melalui game.
“Dih, lemah lo.”
“Anjing. Dah ya, bye.”
Junghwan akhirnya keluar dari game, mematikan ponsel dan ditaruh di atas sofa saat dirinya bangkit untuk berdiri; meregangkan otot tubuhnya yang agak kaku.
Junghwan mengalihkan pandangan ke arah Yoshi. Lelaki itu hanya bisa tersenyum tipis saat melihat Yoshi masih duduk di kursi dengan beberapa buku yang terbuka di atas meja. Maka dengan pelan, dia bawa langkah mendekat.
“Kak, udah mau jam sepuluh. Udahan ya?” Junghwan mengambil cangkir milik Yoshi yang sudah kosong untuk nantinya ditaruh pada meja kecil di depan sofa.
“Eh? Udah mau jam sepuluh?” Yoshi menoleh kaget, dia menatap dinding jam dinding yang benar saja menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh menit.
“Udahan ya? Sekarang waktunya lo istirahatin tubuh lo. Kasian udah dibawa duduk lama banget. Terus juga otak lo dibawa mikir lama,”
Yoshi tertawa. Lelaki itu menuruti perkataan Junghwan dan mulai merapikan meja belajarnya.
“Okey, saatnya istirahat!” yang lebih tua mulai berdiri, melakukan Gerakan yang sama persis seperti Junghwan tadi; meregangkan otot-otot tubuhnya yang sudah kaku karena terlalu lama duduk.
“Gosok gigi dulu jangan lupa,”
“Siap boy!”
Yoshi langsung melipir menuju kamar mandi. Sekalian kebelet juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
SonstigesWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
