Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Home 76 - Operasi

3.6K 438 22
                                        

Revisi abal-abal udah kelar. Meski mata saya jadi makin berat pas selesai cek chapter 75


Maaf ya?? Ini dibuat dadakan





***








"Kenapa bisa sampai ke tusuk????!"

Koridor di depan ruang operasi sudah dipenuhi oleh penghuni rumah trejo dan para anak serta menantu Kakek Kim. Rame bener pokoknya dah di sana.

Itu Kakek Kim yang lagi marah-marah sesaat setelah sampai di rumah sakit bersama Namjoon dan Seokjin. Disusul sama Hanbin dan Jinan, sedangkan Daniel sama Ong sudah lebih dulu sampai di sana bersamaan dengan Jaehyuk dan Junghwan.

"Hah, lawannya bawa pisau lipat Kek. Kita sama sekali gak memprediksikan itu," Junkyu menjawab dengan helaan napas berat. Merasa bersalah karena terlambat memperingati Haruto, "dari informasi yang di dapat juga gak ada petunjuk dia bisa ngelakuin hal licik kayak gitu."

"Udah Yah, gak papa. Haruto udah di tanganin sama Dokter Hyo kan? Kita tunggu aja kabar selanjutnya," Hanbin menenangkan sang Ayah. Meski dia sendiri merasa khawatir di dalam hati. Ya gimana? Anaknya itu woi!

"Jun, urus hal ini. Terutama dia yang udah bikin Haruto kayak sekarang, jangan dilepasin."

Namjoon menghela napas. Tak ayal mengangguk mendengar perkataan Ayahnya kemudian mulai menelepon seseorang untuk menyelesaikan masalah ini sampai ke akarnya.








"Mom, maafin Kakak gak bisa jagain Ruto." Yoshi masih menangis, dia berada di dalam dekapan Jinhwan saat ini. Bersama Jeongwoo yang duduk bersandar di sebelahnya.

"Enggak, ini bukan salah Kakak. Adekmu itu emang udah sepantasnya masang badan liat orang yang dia sayang hampir di sakitin. Udah ya? Ini bukan salah Kakak, apalagi Jeongwoo. Kalian udahan dong nangisnya, Ruto pasti baik-baik aja. Jagoan dia tuh,"

Jinan mengelus kepala Yoshi juga tangan Jeongwoo. Bikin dua lelaki manis itu makin menangis dalam diam.

"Percaya aja sama Ruto. Dia kuat. Pasti dia gak bakal kenapa-kenapa, oke?"

Yoshi dan Jeongwoo mengangguk kecil. Masih tidak bisa menghentikan air matanya yang meluncur deras.


Jeongwoo takut banget. Dulu dia hampir kehilangan Jihoon karena kasus perkelahian juga--yang pernah di bahas di chapter berapa ya tuh saya lupa, dan sekarang kondisi Haruto tidak lebih baik.

Membayangkan darah yang keluar deras dari luka tusuk di perut tunangannya itu, membuat jantung Jeongwoo mencelos. Sampai pikiran-pikiran negatif itu bermunculan.



Bagaimana jika Haruto tidak selamat?


Bagaimana jika yang tertusuk bukan bagian perut, namun jantung?

Bagaimana jika terjadi sesuatu hal di luar prediksi mereka?


Bagaimana---

Terlalu banyak 'bagaimana' dalam pikirannya, membuat Jeongwoo memilih untuk menyandarkan punggung, menatap langit-langit ruang tunggu dengan air mata yang ternyata masih tetap meluncur meski calon ibu mertuanya sudah memberi banyak pengertian.



Jihoon yang melihat sang adik seperti itu, hanya bisa menghela napas dan memalingkan kepala.

Jika terus menatap Jeongwoo yang begitu, rasa ingin menghabisi Samudera malah semakin besar.















Home || TreasureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang