Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Home 70 - Ngedate Pasar Malam

4K 508 31
                                        


Hati-hati bosen, soalnya ini panjang banget nget nget nget.

***




"Ji, kita mau kemana sih???! Dari tadi lo narik gue mulu njir kek layangan!"

Hyunsuk bertanya dengan rasa kesal. Dari tadi Jihoon cuma narik dia gak tentu arah.

Iya sih pasar malemnya belum terlalu ramai, tapi tetep aja njir Hyunsuk malu sama penjaga kios atau penjaga wahana di sana.

Hyunsuk seriusan macem anak kecil lagi ditarik sama abangnya.

"Sabar ay. Kita harus coba semua wahana, dari yang paling serem sampai yang paling santai."

Hyunsuk melongo.

Bukan, bukan karena ucapan Jihoon yang bilang mau nyobain semua wahana dari yang serem hingga yang santai. Tapi cara Jihoon manggil dia tadi.

"Ay siapa?"

Dan dengan polosnya dia nanya begitu.

Jihoon otomatis menghentikan langkah. Bikin Hyunsuk juga ikut berhenti. Jihoon menatap Hyunsuk, dengan tatapan semacam ini, 'Are you sure?'.

Hyunsuk memiringkan kepala. Menunggu jawaban.

Jihoon menghela napas pelan. Lelaki itu kini kembali melangkah dengan membawa Hyunsuk berjalan di sampingnya. Tangannya yang dari awal memegang pergelangan tangan Hyunsuk, kini beralih menggenggam jemarinya.

"Lo serius gak tau Ay itu apa?"

"Ya kalo gue tau, gue gak bakalan nanya Park Jihoon!"

Jihoon terkekeh. Dia menoleh sebentar, terus balik menatap jalanan di depan.

"Ayang,"

Hyunsuk kaget bukan main. Suara Jihoon lumayan keras sampai beberapa orang yang ada didekat mereka curi-curi pandang.

Malunya itu loh gaes.

"Hah? Apa si--"

"Ay itu ayang. Lo ayang gue, jadi gak salah dong dipanggil Ay?"

Hyunsuk menahan napas saat Jihoon kembali menatapnya. Mana dia senyum lagi, senyum yang bener-bener senyum tulus meluluhkan hati.

Serius deh, kaki Hyunsuk kayak jeli sekarang. Kalo dia gak pegangan tangan sama Jihoon, mungkin Hyunsuk udah duduk di tanah. Terkapar dan perlu napas buatan.



"Heh! Napas Ay, mati lo entar!"

Abis itu, Jihoon tertawa. Mereka masih lanjut jalan, btw.

Hyunsuk dalam hati misuh-misuh. Memikirkan berbagai hal yang bisa dia lakukan untuk balas dendam pada Jihoon.

Lihat aja nanti, Jihoon.


Tak lama, keduanya berhenti di sebuah wahana yang ternyata sudah ada pengunjung di dalamnya.

Yak, Rumah Hantu.

Seorang Jihoon yang 'sok berani' sama horor, mengajak Hyunsuk yang bahkan 'sangat takut' dengan hal-hal horor untuk memasuki sebuah wahana 'rumah hantu'.

Doakan saja agar mereka keluar wahana masih dalam keadaan sehat mental dan raga. Masih utuh.


"Lo... serius, mau masuk sini?" Hyunsuk menelan ludah susah payah. Bergantian menatap pintu masuk rumah hantu dan Jihoon.

Ini sudah jam enam lewat dua puluh menit. Langit baru saja mulai berubah warna. Peralihan menuju malam.

Frasa kerennya sih senja.

Home || TreasureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang