Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Home 86 - Sebelum Kembali Perang

2.7K 291 17
                                        

Happy 2nd Anniversary Treasure 🥰🥰








tolong kalo ada typo, maafin aja ya. ngetik di laptop kadang jarinya kepleset terus beberapa kata kena auto correct.






***











“Asik banget ya kalian, masuk sekolah gak perlu pusing belajar lagi.”

Senin pagi, perkataan Doyoung menjadi penyambut empat orang yang baru saja keluar dari dalam mobil masing-masing. Maklum, hari ini Doyoung dan Yedam berada di mobil Jaehyuk bersama Asahi juga. Jadi tidak sempat merecoki kakak kakaknya itu.

Mereka semua sudah sampai di sekolah. Dan seperti yang Doyoung katakan, Jihoon dan tiga rekan sesama kelas dua belasnya hari ini hanya datang ke sekolah dengan santai. Maksudnya tanpa beban harus belajar lagi.

Palingan nanti mereka ngerusuh di kelas, atau mengungsi ke kantin.

Tapi, khusus buat Yoshi, dia sudah menandai perpustakaan sebagai tahtanya selama masa santai ini.

Ingat, kan? Dia sedang mengejar PTN, alias perguruan tinggi negeri. Kalo semisal gak lolos SNMPTN nanti, dia harus menghadapi SBMPTN atau UTBK.

Jadi, selagi masih ada waktu, Yoshi akan menggunakannya untuk belajar.

Memang sangat berdedikasi sekali anak sulung Bapak Hanbin ini. Beda banget sama anak sulung Bapak Namjoon.

Junkyu malah merasa semakin malas buat belajar setelah selesai dengan ujian sekolahnya. Padahal juga kan, kalau dia mau berubah jalur ke kampus swasta tetap akan berhadapan sama ujian masuknya.

Ah, biarkan saja. Suka-suka Tuan Muda maunya gimana.



“Ya abis UAS nanti juga lo bakalan santai, kali. Sabar aja nunggunya.” Yang jawab itu si Tuan Muda. Sambil makan buah pisang yang kemungkinan dia bawa dari rumah tadi.

“Nah, iya bener. Kalian tinggal nunggu UAS abis itu udah libur sebulan. Tapi kita? Masih ngurus pendaftaran nyari kampus,”

Doyoung hanya mendengus begitu Jihoon ikut ke dalam percakapan. Yah, benar juga sih apa yang dibilang sama tunangan Hyunsuk itu.

“Iya iya, buset. Sensi banget. Berasa lagi jadi netizen yang salah ngetik si sosmed gue,”

“Langsung diserang fakta ya? HAHAHA!” Haruto tertawa lebar.

“Bacot lu!”

Hyunsuk sebagai yang paling tua hanya bisa diam menatap adek-adeknya itu. Sempat geleng-geleng kepala karena sudah tidak kuat dengan tingkah mereka yang ada-ada saja.

“Udah-udah, jangan ribut. Ayo masuk, bentar lagi bel. Inget ada upacara bendera,” akhirnya dia milih buat ngomong juga, sambil mulai melangkah maju meninggalkan yang lain.



“Lah iya anjir, upacara! Gue gak bawa topi woi, gimana nih?!”

“Ya derita lo!” Haruto kembali tertawa lebar sambil memakai topi khusus buat upacara saat mendengar perkataan Doyoung itu.

“Sabar Doy, terima nasib aja ya? Nanti pasti dipanggil buat berdiri di depan,” Junghwan menepuk-nepuk pundak Doyoung pelan sambil tersenyum lebar.

“Haha, oke gak papa. Koperasi sekolah buka, kan? Gue beli aja topinya,” Doyoung mengangguk sambil bergumam sendiri.

Mereka semua sudah mulai berjalan meninggalkan pelataran parkir.

Jaehyuk menggelengkan kepala. “Tiap Senin koperasi buka jam sembilan. So, lo gak bisa beli topi.”

Home || TreasureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang