Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Home 44 - Bentar Lagi UTS

5.7K 810 106
                                        

DUAR!

I'm back!

Jangan kaget dengan chapter ini, hehehehe :)


***



"Ini beneran minggu depan dah UTS? Cepet banget sih anjir! Perasaan baru kemarin gue sekolah di sini,"

Jihoon mengeluh dengan suka cita.

Ini hari jumat. Udah jam istirahat pertama, dan dua belas bujang lagi duduk-duduk di kantin. Sekalian makan.

Nah, tadi sebelum jam istirahat, ada pengumuman dari speaker sekolah bahwa minggu depan (bukan senin 3 hari lagi, tapi 10 hari lagi), mereka akan mengadakan UTS.

Ujian Tengah Semester.

Cepet banget ya?


Iya dong, biar cepet selesai.



"Abis UTS, ada UAS. Terus kita dah mulai masuk masa ujian. Terus lulus, terus jadi anak kuliahan deh." Balas Junkyu sambil mengaduk-aduk jus mangga yang ia beli.

"Cepet banget ya? Gak kerasa dah hampir dua bulan kita tinggal bareng,"

Semua mengangguk mendengar perkataan Hyunsuk.

"Dan gue juga masih gak nyangka kalo gue udah tunangan,"

Lagi-lagi semuanya mengangguk mendengar perkataan Hyunsuk itu.

"Jangan ngangguk aja dong! Ngomong kek, kayak robot aja lo semua."

Hyunsuk kesel juga lama-lama, dia doang yang komen. Yang lainnya malah angguk-angguk kepala aja tanpa suara.

"Ya kan kita ngangguk karena setuju sama apa yang Kak Hyun bilang,"

Hyunsuk hanya cemberut dan tak lagi bersuara begitu Yedam berkata demikian. Ya, bener juga sih.

"Oh iya, gue kemarin ditelpon sama Mommy Jinan. Buat yang udah kelas dua belas, mau les dari sekarang apa nanti? Biar Mommy bisa nyariin tempat,"

Jihoon, Junkyu dan Hyunsuk saling pandang.

"Habis UTS aja gimana? Nanggung amat les seminggu sebelum UTS. Tetep aja otak bakalan segini,"

Junkyu mengangguk setuju mendengar kata-kata Jihoon. Diikuti Hyunsuk yang merasakan hal yang sama.

"Oke. Nanti gue bilang ke Mommy, biar kita nyari tempat les abis UTS aja. Yang lain kalo mau les, juga boleh. Terutama lo, Ruto. Otak lo kan cuma segede kacang ini." Yoshi mengangkat tangan kanannya yang memegang sebutir kacang polong, lalu memakannya dengan senyum lebar kearah sang adik.

"Sialan! Kalo bukan Kakak dah gue mutilasi lo,"

"Dih, emang berani lo? Gue cakar, mampus!"

Haruto mencibir. Dengan kesal dia mengambil kentang goreng yang ia beli dan memakannya cepat, dengan mata yang tak lepas menatap Yoshi penuh permusuhan.

Jeongwoo di sampingnya geleng-geleng kepala dengan tawa kecil. Dirinya kemudian ikut mengambil kentang goreng milik Haruto dan memakannya.

"Gue mau ikut les deh,"

Semua kepala langsung menoleh menatap Doyoung.

Bahkan Hyunsuk sampai tersedak minumannya mendengar kata-kata adiknya itu.


"Sumpah ini Kim Doyoung???"

"Lo kesambet apaan Dob?"

"Njir! Ini bukan tanda kiamat kan?"


Home || TreasureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang