Selamat weekend!
Jangan lupa bahagia. Hmmmmm, baca cerita ini misalnya?
Hehehehehehehehehehe
***
"Widih, ngapain nih dua makhluk gemes di dapur?"
Hyunsuk datang ke dapur tak lama kemudian, dengan senyum khasnya.
"Nyuci piring. Lo gak liat kita ngapain?"
Hyunsuk ketawa mendengar jawaban sepupunya itu. Kemudian melangkah mendekat, duduk di kursi samping Yoshi dan mengambil jus alpukat buatan Yoshi tanpa ijin. Diminum sampe nyisa setengah.
"Emang Hyunsuk kalo gak babi ya piggy,"
Mashiho senyum aja liat interaksi dua sepupu itu.
"Makasih? Sama-sama. Eh, jusnya enak. Ini gue habisin ya? Lo buat lagi aja sana,"
"Bamsat! Anda terlalu tidak tau diri!"
Yoshi kalo sama Hyunsuk yang lagi mode ngeselin begini, pasti selalu ngomong kasar. Gak kayak biasanya yang soft lembut kek bayi.
"Kalian ngapain deh dari tadi di sini?"
"Cio sih lagi nunggu Kak Ajun. Udah lama banget dia keluar, belum balik. Udah ditelpon juga gak diangkat, Kak. Kan Cio jadi khawatir."
Hyunsuk mengangguk. "Coba deh gue yang nelpon. Bentar,"
Mashiho juga mengangguk. Mendekat ke arah Hyunsuk agar bisa mendengar dengan jelas jika seandainya Junkyu mengangkat telpon.
"Ah, gak diangkat juga nih. Dia kemana sih emang? Bawa hape kan?"
Mashiho mengangguk.
"Tadi pamit ke minimarket depan. Kayaknya bawa hape deh, Cio liat di sakunya Kak Ajun."
"Udah berapa lama dia keluar?"
"Tiga puluh menit lebih,"
Hyunsuk menatap Yoshi.
"Panggil yang lain!"
"Ini serius Bang Junkyu gak bisa di hubungin?"
Pertanyaan Doyoung mendapat anggukan kepala dari Hyunsuk, Yoshi, dan Mashiho.
Sebelas orang penghuni rumah trejo sudah berkumpul di ruang tamu. Hyunsuk dan Mashiho tetap berusaha menghubungi Junkyu. Namun tetap pula tidak diangkat.
Ini koala satu kemana sih? Bikin panik satu rumah.
"Gak mau disusul aja? Udah hampir sejam. Perasaan gue juga tiba-tiba gak enak," Yoshi beberapa kali menggigit bibir bagian dalamnya. Kentara sekali sedang merasa cemas.
Yoshi gak mau percaya, tapi gimana ya, feeling dia selama ini selalu bener.
Yoshi takut ini ada apa-apa sama sepupunya itu.
"Ya udah biar gue, Jaehyuk, sama Doyoung aja yang nyusul. Kalian semua tunggu di sini!"
"Bang! Gue ikut!"
"Iya Bang! Gue juga ikut!"
Jihoon menggelengkan kepala menatap Haruto dan Junghwan yang barusan berbicara.
"Gak. Kalian di sini, jaga yang lain. Biar kita bertiga aja yang nyusul. Kabarin kalo dia balik atau apapun itu,"
Haruto dan Junghwan mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
RandomWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
