"Gue lagi galau,"
Tiga kata yang keluar dari mulut Doyoung, membuat Haruto mengatupkan bibirnya rapat. Sebelum tertawa karena perkataan Sunoo yang ikut nimbrung percakapan mereka, hingga akhirnya sepupu jauh mereka itu pergi keluar kelas bersama Junghwan.
Oh, ini bukan flashback. Hanya saja sudut pandangnya si Haruto.
Setelah kepergian dua orang itu, mereka berdebat hingga akhirnya Doyoung mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya itu.
Tentu saja mereka membuka sesi curhat dengan volume suara kecil.
"Gue mau serius sama Kak Yedam,"
Haruto diam. Mendengarkan dengan baik setiap kata yang Doyoung keluarkan.
"Tapi, gue gak yakin. Gue gak yakin, kalau gue beneran sayang sama Kak Yedam. Dan, gue takut perasaan gue ini cuma karena gue ngerasa Kak Yedam mirip sama dia. Bukan karena itu Kak Yedam sendiri. Gue takut, nanti akhirnya malah gak sesuai sama apa yang gue harapkan. Dan gue, masih belum bisa ngelupain dia To."
Haruto menghela napasnya.
Dia tau siapa yang Doyoung maksud. Karena Haruto mengetahui kisah masa lalu Doyoung, yang bahkan Junkyu sebagai Kakak kandung Doyoung pun tidak mengetahuinya.
"Doy, dengerin gue." Haruto mulai bersuara menaik atensi Doyoung padanya.
"Dia udah tenang di sana. Lo inget kan? Permintaan terakhir dia sebelum pergi, adalah lo harus bahagia? Gue tau lo sayang dia lebih dari sahabat, tapi kalian cuma sahabat Doy. Sampai hari terakhirnya juga, dia sayang sama lo tetep sebagai sahabat. Yakinin diri lo sekarang, kalo lo sayang sama Kak Yedam sebagai pasangan. Gue tau lo pasti labil, karena umur kita bahkan baru enam belas tahun. Tapi, lo harus bisa ngebedain perasaan itu. Lo harus bisa milih. Lo juga gak usah sok-sokan jadi play boy lagi buat nutupin masa lalu. Pilih salah satu. Gue tau lo pasti bisa milih yang terbaik. Dia yang gak akan pernah bisa kembali, atau Kak Yedam yang bakalan terus ada bareng lo. Sekalipun rasa sayang lo belum sebesar itu, lambat laun pasti bakalan bisa nambah kok."
Doyoung speechless.
Haruto kalo udah bijak gini, jadi keliatan keren.
Doy, inget dia sepupu kamu.
Doyoung menghela napasnya beberapa saat kemudian. Lelaki itu mengalihkan tatapan ke jendela luar kelas yang memperlihatkan langit cerah.
"Thanks, To. Gue tau apa yang harus gue lakuin sekarang,"
Haruto tersenyum.
Lalu dengan santainya tunangan Jeongwoo itu menyentil dahi Doyoung dengan keras membuatnya mengaduh sakit hingga kembali berkata kasar.
"Anjing!"
Satu kelas kompak menoleh kearah Doyoung, termasuk Sunoo dan Junghwan yang baru datang.
"Weits! Gue baru dateng udah di anjingin. Ngajak gelut lo?" Sunoo berjalan mendekat.
Doyoung tidak merespon karena masih fokus menatap Haruto dengan tajam. Sedangkan Haruto hanya menampilkan cengiran menyebalkan yang malah semakin membuat Doyoung kesal.
"Itu bayaran karena lo ngebuat gue ngomong panjang lebar,"
Doyoung mendecih. Akhirnya dia hanya diam tak membalas.
Saat ini Haruto dan Jeongwoo berada di mobil Jihoon, bersiap pulang. Tentu saja ada Hyunsuk juga yang duduk di kursi depan atas permintaan Jihoon.
Jeongwoo menoleh saat merasa bahunya berat. Ada kepala Haruto yang bersandar di bahu lebarnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Home || Treasure
RastgeleWarn! Lapak bxb! Mpreg! Homophobic dni! *** Ketika enam cucu kesayangan Kakek Kim di jodohkan dan di perintahkan untuk tinggal di satu rumah yang sama dengan tunangan mereka. *** "INI HUBUNGAN GUE SAMA GON GIMANA DONG KALAU DI JODOHIN?!" "Terima...
