.
Seluruh siswa-siswi Angkasa bersorak riang. Mereka berbondong-bondong keluar kelas. Berhamburan ke kantin untuk nongkrong disana. Ada pun yang tetap stay di kelas dan perpustakaan untuk tetap belajar.
Guru-guru semua mengadakan Rapat dadakan yang membuat mereka bersorak gembira. Menyambut akhir tahun, yang sebentar lagi kelas 12 akan menghadapi ujian dan membicarakan tentang perpisahan kelas 12 yang bertema 'Kembang Milenial'.
Tentu saja, itu yang di idam-idamkan oleh seluruh siswa-siswi Angkasa. Dimana tidak hanya kelas 12 melainkan kelas 10 dan 11 yang ikut meramaikan acara perpisahan itu.
Seperti saat ini, di kantin kelas 12 Ketujuh King dan Kelima Queen of Angkasa berada di satu meja panjang. Mereka bercanda gurau, membicarakan hal penting dan tidak penting. Guyonan Rifki dan Akbar yang mencairkan. Juga tom & jerry yang selalu ada saja keributannya. Siapa lagi kalo bukan, Gio dan Dalia.
Beberapa bulan lagi, mereka akan merindukan suasana kehangatan seperti sekarang. Mereka akan berpisah dalam waktu bulan yang bisa kita hitung. Perpisahan menuju dirinya masing-masing untuk menggapai cita-cita.
"Enggak kerasa ya, baru aja kemarin kita kenal. Bentar lagi bakal pisah." Ujar Clarissa. Dia baru saja bergabung, karena tadi ada urusan dengan Osis.
"Pisah juga gak selamanya. Kita nanti bakal ketemu lagi di acara pernikahan Mela sama Relda." Ucap Danish.
"Atau mungkin pernikahan Adriana sama Adya?" Sahut Gio. Mendapati tatapan tajam dari Adya.
"Atau mungkin juga pernikahan lo sama Dalia!" Balas Adya.
Dalia langsung melototkan matanya. "GAK!" Sewotnya.
"Apaan dah, ngomongin nikah! Gua gak bakal nikahin Mela kalo gua belum sukses!" Ujar Relda, "Umumu, gemes banget sih sayangnya akuu!!" Kata Mela memeluk lengan Relda.
"Hueeekk!! Gak usah uwu-uwu, berasa kena najis gua!" Ucap Rifki tidak suka.
"Iri aja lo sempak bolong!" Sinis Mela.
"Tapi guys! Yang namanya persahabatan tuh gak ada umurnya. Kita sampe kapanpun sahabat, kalo nanti masing-masing dari kita udah sibuk. Gua harap, persabahatan ini tetep terjalin sampai menua." Ujar Danish.
"Betul itu," imbuh Akbar.
"Iya. Amin." Sahut Adriana. Dia berharap jika Tuhan nanti tidak akan mempermainkannya lagi. Mendapati teman sahabat seperti mereka bisa menemukan jati diri Adriana yang sebenarnya.
"Gue harap juga, kalian untuk percaya satu sama lain apapun masalah yang nanti kita hadapin. Karena gue takut, kepercayaan lo semua satu dari sepuluh." Ujar Adriana. Semua mata menatap ke arahnya.
"Pasti lah, karena kunci nya adalah kepercayaan." Ucap Adya.
"Kecuali, orang yang kita percaya malah mengkhianati kita. Bakalan susah buat kita naruh kepercayaannya lagi." Sahut Danish. Setelah itu mereka memesan makanan, untuk mengisi perutnya.
Adya fokus dengan ponselnya, ia tidak lapar. Sesekali hanya ikut menyahut pembicaraan teman-temannya.
"Hai, sorry ganggu." Ujar seseorang. Mereka menoleh, Arsya berdiri di belakang Adriana.
"Sya, sini makan Sya!" Ajak Akbar. Arsya tersenyum mengangguk, "Oke, makasih Bar." Jawabnya.
"Ngapain lo kesini?" Tanya Rifki.
Suasana menjadi canggung, Arsya menggaruk tengkuknya. Kemudian memberi satu amplop putih kepada Adriana. "Gua cuma mau ngasih ini ke Adriana." Ucapnya, dia menyodorkan amplop itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Double'A [END]
Teen Fiction[ 𝘽𝙐𝘿𝘼𝙔𝘼𝙆𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼! ] BURUAN BACA SEBELUM DI REPUBLISH!!! ~ - Ketika Kita Bersahabat Dengan Sebuah Luka - Adriana Albertina, sesuai dengan namanya dia adalah wanita pemberani yang dikenal banyak masyara...
![Double'A [END]](https://img.wattpad.com/cover/230774521-64-k953281.jpg)