38 - Munculnya badai

2.1K 120 2
                                        

Tega bangett, baca tapi kagak follow😭

.

Satu bulan telah berlalu. Semua kembali dengan aktifitasnya masing-masing setelah liburan kemarin.

Adriana yang semakin hari semakin membaik kondisinya setelah pulang dari rumah sakit.

Kini, satu harapan yang Adriana inginkan sedari dulu, tercapai. Dimana dia ingin merasakan hangatnya keluarga yang utuh dan merasakan rasa sayang dari kedua orang tuanya. Dia mulai bisa menerima kehadiran Mega sebagai pengganti Cristy. Meskipun belum sepenuhnya, masih ada rasa gengsi dalam diri Adriana.

Tak dipungkiri, saat ini satu ikatan keluarga tengah berkumpul di ruang tengah, menonton televisi bersama di hari weekend.

Tuk..

Tuk..

Tukk..

Suara heels yang menyatu dengan lantai membuat ketiga orang di ruang tengah mengalihkan pandangannya ke arah tangga.

Ketiganya melongo, tidak percaya akan  apa yang mereka lihat saat ini. Bagaimana tidak? Mereka seperti melihat bidadari turun dari khayangan, katanya.

Adriana berdehem, "kenapa? aneh ya?" tanya Adriana karena, Albert, Arkan dan Mega tidak bereaksi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Adriana berdehem, "kenapa? aneh ya?" tanya Adriana karena, Albert, Arkan dan Mega tidak bereaksi.

Mega berdiri, mendekati anak angkatnya itu. "Mama pangling banget, Ri. Cantik," puji Mega, Adriana hanya tersenyum.

Albert mendekat, mengelus bahu Adriana. "Papa serasa melihat Mama mu." Ucap Albert, Mega mengangguk menyetujui. Adriana benar' seperti Cristy di masa muda.

"Perasaan diluar kagak ada hujan, angin dordar gelap. Tapi ko.." Arkan menilik Adriana dari atas sampai bawah dengan tangan mengelus dagu.

Adriana memutar bola matanya, "enggak usah memancing." Ketus Adriana.

"Siapa juga yang mau mancing, mancing kan di laut bukan di rumah." Jawab Arkan sekenanya.

Dug!

Ashh!

Adriana menendang mata kaki Arkan dengan heels nya. "bacot lu!" cetusnya kesal.

"Sakit Ri!" Adriana hanya menjawab dengan gerakan mulut yang meledek.

Albert dan Mega hanya menggeleng melihat kelakuan keduanya. Semenjak satu rumah dengan Arkan, mereka jadi sering ribut macem kucing dan tikus. Anw, Arkan akan tetap tinggal bersama Adriana di rumah Papa Albert. Menjadikan satu keluarga yang harmonis dan utuh. Tidak akan ada lagi, perdebatan hebat di antara Adriana dengan Papa nya.

Double'A [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang