49 - Semua belum usai

1.8K 94 18
                                        

.

Mata elang dengan berwarna hitam pekat menatap nanar rumah yang sedari dulu ia tempati. Tempat dimana ia menampung beban, tempat dimana ia mendapatkan kebahagiaan serta suka dan duka selama hidup 18 tahun di rumah itu.

Pundaknya yang tegap, kini meluruh sedikit kebawah serta menundukkan kepalanya begitu rasa sakit kembali menerobos hatinya. Ia hanya berdiam diri dan membeku tanpa berniat akan membuka pagar hitamnya.

Tangannya begitu berat, saat ia mencoba memegang slot pagar. Pikiran dan hati kadang tidak seimbang. Memikirkan hal yang sebenarnya bisa saja di luar ekspetasi kita sendiri. Tetap saja, ego lebih memenangkan segala macam pikiran.

Lampu mobil dari arah belakang menyoroti tubuhnya. Membuatnya menghirup udara malam dengan sangat dalam. Jantungnya semakin berdegup kencang, memikirkan siapa di balik mobil itu.

"Loh Adya?"

Kepala yang semula menunduk kini mengadah, kemudian menoleh. Adya tersenyum simpul, dan kembali menyapa. "Tante.."

"Kok diluar? Kenapa gak masuk?" Tanya Nissya.

Adya membalikkan tubuhnya, lalu menggeleng pelan. "Ada urusan yang lebih penting. Gua pamit dulu, salam buat bunda." Ujarnya. Nissya dan Rayn saling bertatapan.

"Masuk dulu lah Dy. Lo gak kasihan bunda?" Kata Rayn.

Adya diam. Tangannya ia masukkan ke dalam saku jacket, lalu berdehem. "Lain kali aja." Jawabnya. Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju motor.

Adya berjalan dengan perasaan bimbang dan gelisah. Awal niat dia kesini ingin memperbaiki hubungannya dengan Vanya. Tetapi, pikiran berkata lain. Ia belum siap, ketika semua apa yang terjadi kembali mengganggu pikirannya.

Adya menaikki motornya. Sebelum pergi meninggalkan komplek itu, Adya mengecek ponselnya terlebih dahulu. Sedari tadi ponselnya terus berdering entah itu panggilan masuk ataupun notifikasi message.

Inti Phoenix (30)
Danishp : yang gak jomblo, di malam minggu ini dilarang NGAPEL!! Lakuin tugas negara woi!!

🔯 PHOENIX (257)
Benisatya: @Adystha bang! Leader outwals dia kagak jadi turun ke lapangan buat balap lawan Deka.

Cewek rese
Adystha: dimana?

Membuka roomchat Whatsapp, melihat pesan yang ia kirim kepada Adriana ternyata gadis itu hanya me-read tanpa membalas. Tentu saja membuat ia berdecak kesal. Melihat profil dan last seen nya gadis itu sedang online. Tapi kenapa pesan darinya tidak dibalas?

Menutup aplikasi itu, ia mematikan ponselnya dan memasukkannya kembali ke saku. Setelah itu ia memakai helm dan menyalakan mesin motornya. Motornya melaju keluar dari kawasan komplek.

****

"Bar! Bagi dong dikit!"

Akbar menoleh ke samping, raut wajah Rifki sangat memelas. "Apaan?" Rifki menunjuk susu kotak yang Akbar pegang.

"Haus!"

Akbar yang baik langsung memberinya dari pada Rifki dehidrasi dan pingsan juga akan merepotkannya nanti.

"Ehh goblok! Dasar pembual!" Kesal Akbar saat susu kotaknya tak lagi berat melainkan kosong karena diteguk habis oleh Rifki. Ciri-ciri orang gak tau diri..dikasih hati minta jantung!

Rifki menyengir, "Nanti gua ganti kalo ada rejeki." Katanya dengan wajah tanpa dosa.

Danish yang melihat keduanya hanya menggelengkan kepala. Saat ini mereka bertiga berada di taman kota sesuai misi yang Adya perintahkan.

Double'A [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang