Happy reading!
Enjoy guys!💚💚💚
Ig: @shafadlh.ptrr_
.
Mobil hitam memasuki halaman rumah. Tentu saja, satpam penjaga rumah langsung membuka pagarnya. Saat, satpam itu ingin menutup kembali pagarnya suara klakson motor terdengar.
Pak Ajun, mengangguk membuka pagarnya kembali karena mengetahui siapa pemilik motor itu.
Motor Adriana memasuki halaman rumahnya. Motornya berhenti, lalu ia mematikan mesinnya dan membuka helmnya.
Albert dan Mega yang baru saja pulang dari kantor mendekat ke Adriana.
"Kenapa baru pulang?" Tanya Albert. Adriana membenarkan rambutnya di kaca spion, setelah selesai beralih menatap Albert.
"Enggak kenapa-kenapa, ya emang baru pulang aja." Jawabnya acuh.
"Ri, kapan sih kamu berubah?" Tanya Albert terdengar dengusan kecil.
Adriana tertawa kecil, "Berubah? Papa mau Riri berubah jadi apa? Ironman 'kah?"
Albert geleng-geleng mendapat jawaban konyol dari sang anak. "Masuk!" Suruh Albert.
Adriana turun dari motor, "Gak disuruh pun aku bakal masuk!" Jawab Adriana.
"Mas, jangan terlalu keras sama Adriana. Dengan perlakuan, Mas seperti tadi bisa membuat Adriana kembali ke masa lalunya." Peringat Mega.
"Mas, juga bingung. Harus gimana lagi menghadapinya." Ucap Albert.
Mega tersenyum kecil, "Sebenarnya gak ribet Mas, menghadapi Adriana. Cuma yang meribetkan cara, Mas mendidik Adriana." Ujar Mega.
"Coba buat luangin waktu, Mas. Sedikitt..aja, Adriana butuh sandaran buat keluh kesahnya. Aku pun sedang berusaha mengembalikan Adriana yang ceria. Pikirkan lebih baik, Mas." Ucap Mega.
"Kita masuk, sudah hampir gelap."
Albert masih merenungkan apa yang dikatakan sang istri. Apakah benar, dirinya terlalu keras kepada Adriana?
Albert mengehela nafas berat, melangkahkan kakinya ke dalam.
****
Percikan air jatuh ke lantai terdengar. Adriana saat ini sedang melakukan ritual mandinya.
Shower mengguyur seluruh tubuh Adriana. Dia sangat menikmatinya, memejamkan matanya memikirkan apa yang hari ini terjadi.
Hidupnya benar-benar rapuh. Semakin hari masalah mendatangi dirinya. Berbagai masalah seperti mengancam hidup Adriana saat ini.
Sewaktu dulu, Adriana sering mendapat perkataan tidak baik dari orang-orang sekitarnya. Menganggap dirinya pembunuh, bahkan cinta pertamanya saat ini pun menganggap dirinya pembawa sial.
Lama Adriana berada dibawah air yang mengalir membasahi seluruh tubuhnya. Dia membuka matanya, lalu mematikan keran shower.
Karena berlama-lama meratapi kesedihan hanya membuang waktunya. Lebih baik, ia melakukan hal yang positif dan memulai hidupnya kembali. Tentu saja dengan awal yang baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
Double'A [END]
Teen Fiction[ 𝘽𝙐𝘿𝘼𝙔𝘼𝙆𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼! ] BURUAN BACA SEBELUM DI REPUBLISH!!! ~ - Ketika Kita Bersahabat Dengan Sebuah Luka - Adriana Albertina, sesuai dengan namanya dia adalah wanita pemberani yang dikenal banyak masyara...
![Double'A [END]](https://img.wattpad.com/cover/230774521-64-k953281.jpg)