Berteman sama aku di instagram yuk guys! @shafafdlhptr_ follback DM aja yaa..
.
Menjelang malam, Adya masih berdiam diri di kursi rooftop dengan dua bungkus rokok dan secangkir kopi. Hampir 7 jam Adya berada disini. Entah apa yang dia lakukan. Hanya mencari solusi dengan berbagai pikiran yang saat ini harus ia tuntaskan.
Masalah yang menimpanya tidak bisa ia selesaikan secara bersamaan. Semua berproses, sakit sih rasanya. Melalui proses yang sulit dan menyakitkan akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan kemauan kita.
Adya menoleh ke samping kiri, tubuh tegap Agam berdiri di samping Adya. Sejak kapan laki-laki itu berada di dekatnya? Itu yang Adya pikirkan, sudah jelas bahwasanya Adya memang benar-benar banyak pikiran bahkan bisa terlihat wajahnya sedikit berkerut bawah mata yang juga menghitam.
"Apa yang lo pikirin?"
Adya berdiri, berjalan mendekati pagar pembatas rooftop. "Bukan manusia kalo gak banyak pikiran." Ucapnya pelan.
Agam tidak merespon, diam dan menunggu Adya yang akan bercerita dengan sendirinya. Adya merogoh saku jacketnya mengambil sesuatu di dalam sana. Agam menoleh, memperhatikkan Adya yang sedang mencari sesuatu.
Tak lama keningnya berkerut, melihat barang yang Adya tunjukkan. Kalung hitam dengan logo berbentuk Mahkota Berwarna Black Gold bertuliskan 'Qwals'.
"Darimana lo dapet barang itu?" Agam bertanya, nadanya terdengar tinggi.
Adya menatap sahabatnya, jika ia memberi tahu siapa pemilik kalung itu maka akan mendapatkan masalah baru. Bukan lagi baru, tapi ini masalah yang mungkin menghancurkan semua orang terdekatnya.
Agam yang sudah terbalut emosi langsung menarik kerah baju Adya. "Jawab gua Dy!!" Bentaknya.
"Gua nemu di jalan." Jawab Adya. Matanya mencoba menenangkan dan meyakinkan Agam. Jawaban yang barusan ia berikan tidak akan membuat Agam si lelaki cool dan jenius itu tertipu.
"Jangan coba-coba lo bohongin gua!" Agam semakin menarik kerah baju Adya. "Gua udah peringatin lo dari awal Dy! Semakin lo masuk lebih dalem, semakin lo tau kebenaran yang terungkap. Lo liat sekarang, semua insting gua gak pernah salah! Lo liat sekarang!!!" Agam marah langsung melayangkan pukulan ke wajah Adya.
Kalap! Agam menghajar Adya, begitupun Adya yang membalas pukulan Agam. Dan sekarang, dua orang yang selalu terlihat sibling brother saling melampiaskan amarahnya satu sama lain.
Agam orang yang paling bisa mengontrol emosi itu sedang melampiaskan kemarahannya pada Adya. Dan Adya yang tadinya melawan kini hanya pasrah membiarkan Agam meluapkan kemarahannya.
Agam mendorong Adya kasar sampai terjatuh ke lantai, menatap rendah pria itu. "Lo mikir anjing, kalo sampe anak-anak tau mereka bisa lebih marah dari gua!!" Ucapnya emosi.
Agam membekuk Adya, masih terus mengahajar. Tidak menghiraukan Adya yang sudah batuk-batuk bahkan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Woyy berhentii!!!" Teriak Gio yang baru saja datang. Dia dan yang lain, mendengar keributan dan langsung berlari ke atas.
"Adya Agam!!!" Sentak Relda berusaha mengalihkan keduanya.
Gio dan Akbar memisahkan keduanya. "Lo berdua gila hah!!!" Ucap Rifki, emosinya ikut terbalut karena melihat keduanya bertengkar.
Gio dan Rifki menghentikkan Agam. Tenaga laki-laki itu begitu kuat, sampai-sampai Danish ikut menghajar Agam agar laki-laki itu sadar dan sedikit melemah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Double'A [END]
Teen Fiction[ 𝘽𝙐𝘿𝘼𝙔𝘼𝙆𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝙐𝙈 𝙈𝙀𝙈𝘽𝘼𝘾𝘼! ] BURUAN BACA SEBELUM DI REPUBLISH!!! ~ - Ketika Kita Bersahabat Dengan Sebuah Luka - Adriana Albertina, sesuai dengan namanya dia adalah wanita pemberani yang dikenal banyak masyara...
![Double'A [END]](https://img.wattpad.com/cover/230774521-64-k953281.jpg)