Surprise on Surprise

497 50 81
                                        

Hola HILERS! Selamat datang di HIL, selamat berbelanja. Eh selamat membaca. Yuk mari langsung aja ke ceritanya.

***

Sera and Sehun's House - Dago, North Bandung

Setelah acara Sera menangis waktu itu, panas Sehun tak kunjung turun dan malah semakin naik. Akhirnya Sehun dilarikan ke rumah sakit dan setelah diperiksa, ia didiagnosa terjangkit tifus. Selama di rumah sakit Sehun terkesan lebih manja dan banyak 'merengek'. Pria itu selalu meminta Sera untuk berada disampingnya, bahkan wanita itu tak bisa pergi ke kantor.

Lagi-lagi Sera encamkan dalam otak bahwa ini adalah kali terakhir bagi dirinya untuk menjadi istri yang baik.

Anggap saja saat ini adalah waktu rehatnya untuk mempersiapkan diri bertempur di pengadilan.

"Ra.." panggil Sehun yang duduk diatas brankar rumah sakit.

Pria itu baru saja selesai makan siang dan menunggu untuk minum obat yang sedang disiapkan istirinya.

Masih sok sibuk dengan pil pahit warna-warni, Sera hanya berdeham untuk menyaut.

"Sini, deh."

"Apa?"

"Sini dulu."

"Sebentar, tinggal dua lagi."

Sehun menghela nafas kecil sambil memajukan bibir bawahnya sebal. Hari ini Sera terlalu dingin padanya.

"Mau kemana?" tanya Sera saat berbalik dan melihat Sehun turun dari brankar.

"Nyamperin kamu lah, lama!"

Sera menggeleng, inilah yang dimaksudnya barusan. Sehun agak sensitif seminggu ini.

"Naik kasur lagi sana. Ini udah selesai." titah Sera yang berjalan mendekati brankar.

"Nanggung kaki udah turun. Sini kamu." menyuruh tapi Sehun juga sama-sama melangkah menghampiri Sera.

Setelah tepat berhadapan Sehun rengkuh tubuh yang membuatnya selalu berperang dengan hati dan logika.

"Kenapa lagi?"

Sebenarnya defensif yang dilakukan Sera sudah runtuh dari kemarin-kemarin. Tapi wanita itu tak mau terlihat kalah. Jadi masih pasang badan untuk berlaku sedatar mungkin, yang Sehun anggap begitu dingin.

Sehun sandarkan kepala pada pundak yang lebih rendah itu. "Kangen."

Haduh! Dasar kelakuan. Sekarang mengerti lagi kan maksud Sera diawal? Dia juga bingung sendiri. Pria ini suka sekali bertingkah aneh. Sera merasa hatinya sebentar direbus, sebentar lagi digoreng, lalu dibakar, kemudian disajikan dengan perilaku dan kata-kata manis. Dasar buaya restoran bintang lima!

"Dari senin lalu aku disini terus. Gak inget?"

"Inget." katanya santai. "Tapi... masih kangen." Sehun hirup wangi istrinya banyak-banyak.

"Buaya." tanggap Sera pelan pada pengakuan suaminya.

Mendengar bisik yang tak masuk dengan jelas ketelinga, Sehun membuat jarak pada bagian atas tubuhnya. Tangan  yang tadinya ada dipunggung berpindah kepinggang. "Apa kamu bilang?"

Sera ulangi perkataannya secara gamblang. Alhasil Sehun jentikan jari didahi Sera.

Tentu saja wanita itu memekik sakit. Tangan kirinya langsung menekan kening yang sudah mulai kemerahan.

Husband in LawCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang