Dengan menyebut nama-Nya, saya sebagai pembaca berjanji akan mendukung para penulis dengan memberikan vote dan komen. Aamiin. Hehe.
***
Sera and Sehun's House - Dago, North Bandung
"Besok gue ada workshop di Singapore. Bisa siapin keperluan gue?" Ujar Sehun ditengah suapan sandwhich daging asapnya.
"Hmm...nanti malem gue packing-in. Berapa lama?"
"Three days."
"Bring sportswear?"
Sehun mengangguk.
Inilah enaknya berumah tangga. Akan ada yang menyediakan makan, menyiapkan pakaian, dan keperluan lain. Sehun sedang menikmati masanya. Banyak meminta Sera ini dan itu, meskipun caranya meminta masih dengan bertanya. Dan untungnya Sera tak pernah menolak. Syarat yang diajukannya memang cukup menguntungkan.
Hanya satu saja yang tak Sehun ambil dari Sera. Keutuhan gadis itu sebagai wanita. Untuk apa juga ia lakukan, toh ada Gisel yang akan memuaskan libodonya. Lagi pula lebih enak bercinta dengan orang yang disukai dari pada dibenci. Iya, kan? Jangankan bercinta, berlama-lama dengan orangnya pun enggan.
Bagi Sehun, Sera hanyalah partner kerja dalam urusan rumah tangga. Ia samakan gadis itu dengan proyek yang biasa ia kerjakan. Sehun mengkalkulasi proyek rumah tangga ini akan berjalan sekitar tiga sampai empat tahun. Inginnya sih lebih cepat, tapi reputasi perusahaan harus dipertahankan. Ia tak mau mengambil resiko untuk diamuk Ginanjar.
Adimasta Building - Buah Batu, Soetta Road, West Bandung
"Kamu harus banget ya berangkat ke singapore?"
"Hmm.. semua eksekutif datang, masa aku engga." Kata Sehun yang masih mendekap Gisel dari belakang.
"Pengen ikut." Cicit Gisel lagi. Hari ini ia betulan sedang manja pada kekasihnya. Mungkin karena efek kehamilan? Gisel betulan tak mau jauh-jauh dari Sehun.
"Emang kamu ga akan syuting?"
"Males. Rasanya aku capek terus."
Sehun kecup bahu Gisel yang terbuka. Hari ini wanitanya sedang memakai crop tee lengan pendek dengan bahu terbuka dan celana jeans pendek diatas paha. Benar-benar membuat Sehun on fire seketika. Gisel memang mudah membuat hormon Sehun meningkat tajam.
Baru saja Sehun akan memulai ekspedisinya, suara ketukan pintu terdengar dari luar. Sehun medengus, ia langsung melepaskan dekapannya dan menyuruh orang dibalik pintu untuk masuk.
"Maaf pak mengganggu, ada tamu yang ingin ketemu bapak."
"Bilang saya lagi ga nerima tamu."
"Oh ya?"
Tiba-tiba saja seorang pria masuk ke ruangan Sehun.
"Lo?" Sehun sedikit mengingat-ngingat sosok pria didepannya. Rasanya ia pernah melihatnya, tapi entah dimana, ia lupa.
"Remember me?"
Sera and Sehun's House - Dago, North Bandung
Sehun sudah berangkat ke Singapore pagi tadi. Sore ini Sera juga sudah ada dirumah. Pekerjaannya sedang tak banyak, jadi ia tak perlu lembur seperti sebelumnya. Berjalan menuju dapur sambil bersenandung, Sera berniat membuat makan malam yang lebih spesial.
KAMU SEDANG MEMBACA
Husband in Law
FanfictionMelalui dalih persahabatan dua pria paruh baya, akhirnya terjadi ijab kabul yang menciptakan hubungan tak di inginkan antara dua manusia. Mulai saat ini Serayunika Haditama mau tak mau harus hidup sebagai istri dari Sehun Adimasta. Karena bagi Sera...
