Bantu tekan bintang dan komen ya teman-teman. Terimakasih banyak.
***
Sera and Sehun's House - Dago, North Bandung
Pusing. Setelah mood Sera hancur tiga hari lalu, gadis itu meminta Chandra untuk menemaninya ke bar dan minum. Brian sengaja tak diajak karena dia selalu sembunyi-sembunyi dari pria itu kalau ingin menegak vodka atau whiskey sebab tak pernah diijinkan.
Chandra sih memang sahabat bejat. Ia dengan senang hati bersedia menemani. Kecuali jika esok hari dirinya ada keperluan penting, maka tak segan ia menolak seperti saat Sera minta ditemani waktu itu. Meskipun tak melarang, Chandra sudah memberi ultimatum kalau Sera ingin minum-minum maka harus bersamanya, tak boleh dengan yang lain.
Selama di bar malam itu, si law officer jadi seperti pengacara yang sedang menanyakan kronologi pada kliennya. Chandra adalah tipe pengacara yang meminta kliennya untuk mengaku. Ia mendesak Sera sebisa mungkin. Karena pasalnya, sang gadis tak akan minum hanya karena sekedar ingin. Pasti ada alasan luar biasa dibalik itu semua. Pasti ada yang sedang tak beres dengan hidupnya.
Ketika Chandra menanyainya soal keadaan, dia hanya menjawab seadanya seperti biasa. Dia bukan tipe orang yang suka melimpahkan keadaan diri lewat curhat. Meski sedang stres, dia hanya akan bilang "pusing karena kerjaan" yang mana hal itu adalah alasan klasik setiap orang. Tapi Chandra punya cara sendiri agar Sera terbuka dan bersedia cerita.
Hingga setengah perjalanan mabuk, gadis itu mengaku tentang semuanya. Bercerita soal kelakuan suami yang mesti diucapi kata istighfar. Termasuk melihatnya mantap-mantap bareng orang lain dirumah sendiri hingga sang wanita mengaku hamil dengan sangat lantang sampai menyuruhnya bercerai.
Pokoknya kemarin malam Sera betulan keceplosan gara-gara hangover. Jangan lupa juga soal Gifar si kurang ajar yang suka mengganggunya. Tapi seingat Sera ia tak sampai bilang kalau mantan obsesif itu suka datang ke rumah karena Chandra langsung mengajaknya pulang begitu ia merancau. Ia sudah cukup mabuk saat itu.
Sera tak tahu jam berapa Chandra membawanya pulang. Pokoknya pagi ini dia sudah ada dikasur masih dengan setelan kerja kemarin. Dengan kening yang pening, gadis itu mengerajapkan matanya. Merasa tenggorokan dan kerongkongannya begitu kering, dia bangun dan meneguk air yang ada di nakas. Matanya melirik jam digital di sebelah gelas, ternyata sudah jam 08.30 sekarang.
"Fuck!"
Sera langsung terbirit-birit mandi. Rasa pening yang masih melanda kepala dan keningnya ia abaikan dulu. Keburu-buruan ini disebabkan oleh rapat dewan direksi di pagi hari. Bisa gawat kalau dirinya terlambat. Tanpa sarapan dan tanpa makeup Sera langsung tancap pedal gas mobilnya pergi ke kantor.
"Hadeh! Pake acara kesiangan segala sih." cibirnya karena masih terjebak dikemacetan.
Ditengah kegelisahan karena BMW yang ia kendarai tak kunjung bergerak, Raka menelfon dan bertanya tentang keberadaannya.
"Ka, berkas laporan udah lo siapin kan? Gue masih dijalan nih, macet."
"Udah, lo masih dijalan mana sih? Buruan setengah jam lagi mulai."
"Iya iya tunggu, ini dikit lagi. 15 menit lagi gue sampe."
Main Meeting Room, Tama Group Building - Soetta, East Bandung
Sera kutuk kemacetan Bandung di pagi hari. Beruntung, 10 menit sebelum rapat ia sudah ada di tempat. Gadis itu hanya mengoles lipstick dan eyebrow supaya tak terlalu terlihat bare face.
KAMU SEDANG MEMBACA
Husband in Law
FanfictionMelalui dalih persahabatan dua pria paruh baya, akhirnya terjadi ijab kabul yang menciptakan hubungan tak di inginkan antara dua manusia. Mulai saat ini Serayunika Haditama mau tak mau harus hidup sebagai istri dari Sehun Adimasta. Karena bagi Sera...
