Vote comment tiap line yuk? Enjoy reading darling. Thank you. I love you.
***
Wedding Venue, Swiss-Belresort Dago Heritage - Dago, North Bandung
Alunan tuns piano berikut suara biduan memenuhi ruang bahagia satu pasangan baru. Dentingan sendok garpu dan piring, benturan gelas-gelas kaca, serta suara riuh orang berbicara dan tertawa menambah keramaian suasana.
Sore ini salah satu kolega Adimasta Construction mengadakan pesta pernikahan cukup mewah. Terlihat dari dekorasi dan deretan orang penting yang datang. Bahkan petinggi negara pun turut hadir menyertai dan merestui hubungan Dira Rizan Wiguna dan Dita Permata Sari.
"Selamat Dir, udah sah nih kalau mau nyeret si Dita ke kasur." Kata Sehun sedikit berbisik meski masih bisa didengar, membuat Dira dan istrinya tertawa malu.
"Bisa aja nih senior. Gue tunggu deh tips and trick dari suhu. Mesti belajar banyak dari lo." Balas Raja penguasa pesta malam ini. Senyum bahagia tak pernah luntur disisi Ratu sejagatnya.
"Gue kasih satu bocoran nih. Jangan digempur terus-terusan. Biar jadi." Timpal Sehun lagi melanjutkan bahan obrolan yang dibuat bercanda. Disusul tawa lepas Raja, Ratu, berikut "pelawaknya", sedangkan Sera hanya tertawa garing merasa tak masuk dalam obrolan setiap pengantin baru itu.
"Selamat ya Dira, Dita. Langgeng sampai maut memisahkan. Cepet punya momongan juga." Sera memotong perbincangan usil Sehun.
Senyum Dita mengembang, "Makasih banyak ya mbak doanya. Makasih juga udah datang." Ucapnya.
"Yaudah gue turun dulu ya? Sekali lagi selamat buat kalian." Lalu Sehun turun dari pelaminan masih dengan posisi menggandeng lengan Sera yang terkait disikutnya.
Baru saja sepuluh meter meninggalkan panggung pelaminan, Kaisar dan Krystal sudah menghampiri. Hari ini mereka berdua terlihat serasi dengan balutan tuxedo dan dress yang warnanya senada.
"Hun, ditanyain si botak tuh tadi."
Kaisar pada dasarnya memang selengean tak sopan. Ia sampai terlihat santai ketika menyebut nama panggilan salah satu direktur pabrik genteng. Krystal memukul pelan bahu tunangannya, "Heh, mulutnya lemes banget sih. Gitu-gitu juga mantan calon mertua kamu."
Orang yang Kaisar panggil si botak adalah pak Herman. Dulu, ia hampir saja dijodohkan dengan anak bungsu lelaki itu. Namun tak jadi karena anak Herman yang tiba-tiba mengancam akan bunuh diri kalau perjodohan itu terjadi.
Tanpa mempedulikan ucapan Krystal, Sehun berikut Sera berjalan kearah Herman yang sedang berbincang dengan gerombolan bapak-bapak.
"Nah ini nih yang udah ditunggu-tunggu dari tadi. Gimana kabar kamu, Hun? Kesini sama istri juga?" Kata Herman ketika melihat Sera berdiri tepat disebelah Sehun.
"Baik pak. Iya biar saya ada pasangannya juga. Biar ga dikata jomblo." Sehun mencoba bercanda. Yang lain tertawa dengar penuturan Sehun, padahal menurut Sera tak lucu sama sekali. Entah kenapa hari ini sikap Sehun terlihat berbeda dari biasanya. Tanggan kanan Sehun mulai menggenggam dua tangan Sera yang bertengger disikutnya.
"Sera jadi makin cantik ya karena udah menikah." Kata Rian si direktur pabrik beton yang usianya seumuran dengan Herman.
Sera hanya tersenyum menanggapi Rian. Sebagai tanda menghormati saja, padahal dirinya ingin muntah karena godaan pria tua tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Husband in Law
FanfictionMelalui dalih persahabatan dua pria paruh baya, akhirnya terjadi ijab kabul yang menciptakan hubungan tak di inginkan antara dua manusia. Mulai saat ini Serayunika Haditama mau tak mau harus hidup sebagai istri dari Sehun Adimasta. Karena bagi Sera...
