01. First Night and Day

1.1K 212 131
                                        

Masih pemanasan. Happy reading and don't forget to vote and comment! Thank you sweety, luv you to the moon and back!

***

Sera and Sehun's House - Dago, North Bandung

Selepas acara resepsi, Sera dan Sehun langsung melesat dari pandangan orang-orang. Alasannya tentu saja bukan karena ngebet mau malam pertama tapi mereka sudah terlanjur capek dan ingin enyah.

"Lo gila?"

Itu yang Sehun bilang ketika Sera minta diantar ke apartemen Brian untuk bermalam disana. Nah loh? Emang dasar Sera yang gila. Baru saja menikah sudah mau bikin ulah.

Sera mengaku tak bisa tinggal satu atap dengan orang baru yang bahkan hanya pernah empat kali dia temui. Tiga kali saat pertemuan pemegang saham. Satu kali saat pertemuan keluarga membahas soal perjodohan.

Acara fitting baju dan pembelian cincin mas kawin? Atau persiapan pernikahan lainnya bahkan pre-wedding? Jangan harap mereka yang urus dan lakukan. Sudah dapat dipastikan bahwa keduanya ogah-ogahan. Untuk fitting baju saja Sera mesti diseret Soraya yang datang jauh-jauh dari Jerman. Sementara Sehun tinggal meminta sekretarisnya untuk membawakan tuxedo akad dan resepsi ke kantor. Soal itu saja mereka malas, apalagi pre-wedding.

Hey come on! Even he's my husband now, i still can't live with him as soon as that!

Gitu katanya.

"Lo tidur dilantai dua." Gagas Sehun.

Sera yang sudah kelewat capek langsung pergi tanpa basa basi sambil menenteng koper.

Sera hanya melihat tempat terdekat tangga. Ada kamar dengan nuansa biru putih yang cukup estetik. Merebahkan diri adalah kegiatan pertama dari semua pelepasan lelah dirinya. Bukan hanya lelah fisik tapi lelah batin juga sebenarnya.

"Halo Rara."

"Bri.."

"Iya, kenapa ra?" Suara disebrang membuat Sera mengukir senyum.

"Kangen. Bosen."

Brian ketawa mendengar penuturan Sera. Brian pikir Sera itu lucu sekaligus gila. Selalu seperti itu sejak ia mengenalnya hingga sekarang.

"Sinting lo. Nanti ketemu ya ra?"

Sera terkekeh. Ia anggap sinting sebagai sebuah pujian. Setelahnya Sera setujui ide Brian untuk bertemu. Kemudian ia tutup perbincangan di telfon dan bersiap mandi.

"Kenapa susah banget sih." Gumam Sera. Salah satu kelebihan gadis itu adalah bernarasi pada diri sendiri.

Kenapa juga gaun pengantin mesti seribet ini? Resleting yang sudah ia raih tak mau turun. Menyangkut ditengahnya. Ini akan menjadi salah satu dari sejuta alasan Sera untuk tidak menikah lagi dikemudian hari. Tolong ingatkan dia nanti.

"Sera!"

Suara bentakan Sehun yang tiba-tiba sukses bikin Sera terpental kaget karena ia tak sengaja menginjak gaunnya hingga jatuh ke kasur.

"Get out!"

"Apaan sih?"

"Get out of here, now!" Nada bicaranya naik beberapa oktaf. Mungkin Sehun berniat menyaingi Agnes Mo pikir Sera.

"You told me I stay on second floor."

"IYA! TAPI GA DISINI!"

Sehun menarik paksa tangan Sera dengan kencang. Sehun memang orang yang cukup emosional. Apalagi kalau berhubungan dengan sesuatu yang mengganggu hatinya. Kesabaran itu akan hilang dan diganti dengan guratan dan urat emosi.

Husband in LawCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang