Hola Hola Hola! Apa kalian sudah merasa bosan dengan cerita ini? Karena komentar terasa semakin berkurang. Please kasih tau apa ini membosankan?
***
Sehun's Apartment - Gedebage, East Bandung
"Gue ga penasaran."
Akhirnya Sehun sudahi pertanyaan itu lewat jawaban. Tapi balasannya kali ini malah membuat Sera sedikit mencetut hatinya. Ada sedikit perasaan yang aneh.
Tak mau air mukanya terlihat berubah, Sera langsung beranjak ke kulkas dan menyimpan kembali kotak jus barusan.
"Lagian kemarin lo udah ngomong di rumah Mama." tambah pria itu kemudian.
Bunyi dering tanda panggilan masuk terdengar dari ponsel Sera yang tergeletak didekat Sehun. Gadis itu segera menyambar ponselnya dan mengangkat telepon.
"Liat link yang gue kirim, deh. Sekarang."
"Link apaan?"
"Buka aja. Guna juga lo punya suami, Ra."
Sera tak mengerti maksud perkataan Rosé. Ia buru-buru membuka chat dari sepupunya, kemudian mengklik tautan yang baru saja dikirim.
Saat judul muncul, Sera sedikit melebarkan matanya. Memastikan bahwa setiap kata yang dibacanya betul. Ia geser layarnya keatas. Membaca kata demi kata artikel itu. Ada pernyataan juga disana.
"Kami baik-baik saja. Saya dan istri memang sangat dekat dengan keluarga satu sama lain. Bukan hal aneh jika makan dengan keluarga." kata Sehun Adimasta saat ditemui di kantor miliknya kemarin sore.
Begitulah penggalan artikelnya. Ia juga melihat foto dirinya dan Sehun yang sedang pelukan berikut kening yang dikecup sang suami di area parkir Tama Group. Ia merasa seperti artis yang ketahuan sedang kencan karena foto ini. Tapi artikel ini memang dari portal business gossip alias infotainmentnya para pebisnis.
Meski berita mereka tak heboh di masyarakat luas seperti artis biasanya, bincangan-bincangan seperti ini pasti akan ramai dibicarakan oleh kalangan mereka.
Pantas saja kemarin Sehun terkesan begitu drama dimata Sera, ternyata dia sedang show off. Tapi disisi lain ia sedikit tak percaya kalau pria itu diam-diam membantu mengatasi masalahnya.
Sera menghadapkan tubuhnya pada Sehun yang masih asyik dengan sarapan.
"Hun."
"Hmm.." jawab pria itu santai sambil mengunyah.
"Mau jelasin soal artikel ini?"
"Artikel apaan?"
Sera tahu Sehun hanya pura-pura tak mengerti. Ia langsung menyodorkan ponsel yang menampilkan artikel tadi.
"Terus?" Sehun membawa tatapan miliknya pada pupil sang istri yang sedang berdiri disebelah.
Sera mengigit bibir bawah sedikit. Bingung ingin mengatakan apa. Yang pasti ia berterimakasih. Namun, sulit baginya mengungkapkan hal itu secara gamblang. Bukan gengsi, tapi malu. Bukannya sama saja?
Kalau dipaksa jujur, ia merasa ada beberapa hal yang baru semenjak sebulan lalu. Iya, kejadian yang membuat Sera dan Sehun menjadi lebih dekat sudah usai selama itu. Suaminya banyak membantu dan berkorban waktu. Apalagi di dua minggu pertama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Husband in Law
FanfikceMelalui dalih persahabatan dua pria paruh baya, akhirnya terjadi ijab kabul yang menciptakan hubungan tak di inginkan antara dua manusia. Mulai saat ini Serayunika Haditama mau tak mau harus hidup sebagai istri dari Sehun Adimasta. Karena bagi Sera...
