Selamat datang di HIL, selamat berbelanja. Eh salah, selamat membaca, memvoting, dan berkomentar maksudnya. Hehe.
***
Setelah kejadian kemarin, Brian mewanti Sera untuk tetap dalam radar pengawasan dirinya dan Chandra. Dari mulai berangkat hingga pulang kerja, baik Brian maupun Chandra akan bergantian mengawalnya. Beginilah jadinya jika Brian menganggap si gadis sedang dalam bahaya versi dirinya.
Padahal kalau dipikir, Sera ini sudah besar, sudah menikah juga. Tapi tetap saja, bagi keduanya Sera adalah salah satu prioritas utama mereka. Hal itu tak bisa diganggu gugat.
Brian dan Chandra tak mungkin meminta Sehun untuk melindungi istrinya sendiri, mereka tahu bagaimana rumah tangga pasangan baru itu. Akan merepotkan juga jika Sehun bertanya soal alasan dibalik semuanya. Mereka tak ingin lagi ada orang yang tahu soal kejadian empat tahun lalu.
Sesuai intruksi Brian, hari ini Sera akan diantar jemput oleh Chandra karena pria itu harus keluar kota. Pagi sekali Chandra datang ke rumah, bahkan sempat bertemu Sehun di ruang TV. Ketika ditanya kenapa dia datang menjemput, Sera menggunakan alasan mobilnya yang tertinggal di kantor.
"Dia ga sampe ke rumah kamu, kan?" tanya Chandra yang sedang memutar stir ke kiri.
Sera diam sebentar. Ia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Bisa-bisa perlakuan protektif dua pengawal jadi menggila. Akibat dari kejadian kemarin saja sudah begini, apalagi kalau mereka tahu Gifar sering datang ke rumahnya. Mungkin ia disuruh pindah rumah.
"Engga kok, santai lah. Lagian dirumah juga ada Sehun. Dia ga mungkin berani."
"Kamu tau kan dia senekat apa? Aku cuma ga mau kamu kenapa-kenapa." balasnya masih fokus dengan kemudi. Ia injak rem di kaki karena harus berhenti.
"Iya tapi gue ga apa-apa, Chan."
"Ga apa-apa tapi nangis kejer." sindir Chandra yang sedang merelaksasi punggungnya selama lampu merah.
Tubuh Sera bergerak menghadap kearah kursi kemudi. "Brian ngadu sama lo?"
Chandra ikut bergerak menghadapnya "Bukan ngadu, darling, tapi cerita. Kamu kalau bukan orang lain yang ngasih tau, pasti bakal ga bilang dan diem aja."
"Aku sama Brian ga mau kamu kenapa-kenapa." lanjutnya memegang tangan kanan Sera.
"Inget kalau ada apa-apa jangan disimpen sendirian. Kamu punya Papa, Mama, Kak Sora, Aku, Brian, belum lagi sahabat kamu yang lain. Kamu punya banyak orang." terangnya mengingatkan. Ia usap kepala atas Sera lembut sebelum kembali menyetir.
Ayam Goreng Bu Suharti - Soetta, East Bandung
"Ntar gue jemput lagi kalau udah selesai. Gue meeting deket sini kok. Jangan balik ke kantor sendirian."
"Iya, bawel."
"Biar ga kenapa-kenapa tau!" cubit Chandra gemas pada pipi Sera.
Setelah melepas seatbelt, Sera turun dari mobil. Pria itu masih diam disana sampai Sera bertemu dengan Joan di pintu masuk. Ia juga sudah bilang pada si owner kursus bela diri itu kalau Gifar mulai masuk lagi ke kehidupan mereka.
"Duh, pengen makan yang pedes-pedes sampe mules gue."
"Kenapa? Lagi stres lo?" pancing Joan untuk memulai pembicaraan.
Sebelum menjawab pertanyaan, Sera memesan makan terlebih dahulu. "Biasa, kerjaan."
"Ga mungkin kalau cuma karena kerjaan. Ada yang lain nih pasti. Ada yang ganggu lo?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Husband in Law
FanfictionMelalui dalih persahabatan dua pria paruh baya, akhirnya terjadi ijab kabul yang menciptakan hubungan tak di inginkan antara dua manusia. Mulai saat ini Serayunika Haditama mau tak mau harus hidup sebagai istri dari Sehun Adimasta. Karena bagi Sera...
