Thank you for being here. Follow me if you're new. I'll apreciate if you want to vote me by click the star and give me suggestions by comment. Happy reading all.
***
Sera and Sehun's House - Dago, North Bandung
Dari minggu ke minggu aktivitas pagi Sera tak akan jauh dari pekerjaan rumah. Sudah satu jam berakhir sejak ia mengakhiri jamur pakaian.
Sekarang Sera sedang diam di taman belakang depan kolam berenang. Sofa ruang TV bukan lagi pilihannya untuk rebahan. Ia sudah jadi jijik duluan karena kejadian tempo lalu. Singgasana dan daerah kekuasaannya ia pindahkan kesini.
Sera belum mandi, masih terlalu malas. Tapi melihat genangan air di depannya membuat ia ingin menyeburkan diri. Olahraga tak ada salahnya juga. Lagi pula hari ini ia tak ada jadwal ketemuan dengan siapapun.
Ditengah olahraganya yang bisa dihitung jari, Sehun datang dan menghampiri. Sera memilih mengabaikan pria itu. Melihat wajahnya saja sudah malas dan ingin muntah apalagi bicara dengannya.
Sehun duduk di sofa dan sorot matanya mengarah pada Sera yang sedang di kolam renang. Belum berniat mengeluarkan suara. Hanya diam memperhatikan.
Akibat dari kejarangannya berolahraga, Sera tak tahan lama-lama bergerak. Ia mengambil istirahat, tapi tak naik dari kolam. Ia lepas kaca mata renang dan mengusap wajah basahnya. Rambut panjang yang terurai itu ia gulung keatas dan diikat dengan karet yang ia simpan dipergelangan tangan.
Tahu kalau dirinya diperhatikan, Sera kembali melanjutkan renangnya. Kenapa juga sih Sehun malah diam disitu? Biasanya hari gini ia tak ada dirumah. Sera justru malah jadi merasa terganggu dengan kehadiran pria itu.
Satu jam Sera habiskan untuk bergerak dalam air tanpa istirahat panjang. Lama-lama ia juga lelah. Selama itu pula Sehun tak berhenti melihatnya. Ada apa dengan pria itu, pikirnya.
Sera putuskan untuk naik dari kolam. Berjalan gontai kearah sofa dimana Sehun berada. Bukan berniat menghampirinya, ia hanya akan mengambil ponsel, handuk dan minum.
Baru setengah jalan, Sehun tiba-tiba meraih ponsel miliknya. Sera yang ingin protes, jadi tertahan karena gerakan tangan Sehun yang mengisyaratkan untuk diam tak berisik.
"Halo." Katanya tepat setelah menempelkan ponsel Sera di daun telinga.
"..."
"Siapa ini?" Tanyanya datar masih dengan melihat wajah Sera.
Tak ada ekspresi apapun yang Sehun gambarkan. Ia hanya terus menatap Sera sambil menjawab telfon.
"Hari ini Sera lagi ga bisa diganggu. Kalau ada pesan nanti saya sampaikan."
"..."
"Saya suaminya. Sera lagi ada di taman belakang. Kalau ada pesan nanti saya sampaikan." Sehun mengulangi lagi kalimat sebelumnya.
Sera yang baru selasai meneguk minumnya, langsung melenggang pergi meninggalkan Sehun tanpa merebut ponsel yang masih tersambung panggilan. Berjalan ke arah kamar mandi dekat kolam sambil menenteng bathrobe. Berenang tak lagi ia minati.
Selesai mandi, Sera masih melihat Sehun duduk di sofa. Sera berdecak kesal karena Sehun yang sudah lancang memainkan ponselnya setelah tadi tiba-tiba menerima panggilan telfon.
Tanpa bersuara ia rebut ponsel dari tangan Sehun dan beranjak pergi ke kamar. Tapi Sehun meraih pergelangan tangannya, menahan Sera untuk tidak pergi dan membalikkan badan gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Husband in Law
FanfictionMelalui dalih persahabatan dua pria paruh baya, akhirnya terjadi ijab kabul yang menciptakan hubungan tak di inginkan antara dua manusia. Mulai saat ini Serayunika Haditama mau tak mau harus hidup sebagai istri dari Sehun Adimasta. Karena bagi Sera...
