Alden layaknya seorang penyihir jahat, yang berhasil melepaskan kutukannya pada Annavia- sang mantan pacar, sekaligus sahabatnya sejak masih kecil. Mereka pernah menjalin hubungan semasa SMA, tapi tiba-tiba saja putus karena Alden secara terang-tera...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo nggak mau tetep di sini..., nemenin gue?"
****
"NIH, barang lo!" Ucap Annavia dengan judes sambil melemparkan tas milik Alden yang berisi pakaian serta sepatu futsal miliknya.
Dengan sigap Alden menangkapnya. Dan tanpa rasa bersalah sedikit pun, ia berseru, "nice throw, my girl!"
Annavia kesal setengah mati pada Alden. Bagaimana tidak? Ketika ia baru saja tiba di rumah setelah kembali dari studio, Alden malah meneleponnya dan memintanya untuk segera membawakan pakaian serta sepatu futsalnya. Belum lagi nanti malam ia memiliki jadwal siaran. Annavia yang awalnya berniat untuk beristirahat, dengan terpaksa mengurungkan niatnya dan segera membawakan perlengkapan futsal milik Alden ke sebuah lapangan futsal, tempat di mana dulu Alden terbiasa menghabiskan waktu semasa SMA.
"Lagian bisa-bisanya lo nggak bawa baju sama sepatu padahal mau main futsal. Lo emang niat mau ngerjain gue, kan?" Tuding Annavia dengan sengit seraya berkacak pinggang.
"Nggak gitu, Vi. Tadi gue nggak sengaja ketemu Patton. Terus Patton tiba-tiba aja ngajakin gue main futsal. Kata dia, gue udah cukup lama ngilang." Jawab Alden sambil menyampirkan tas itu di bahunya, lalu bangkit dan berdiri di hadapan Annavia.
Setelah mendengar penjelasan Alden, Annavia mulai bisa memaklumi. Tapi tetap saja, cowok menyebalkan ini sudah mengacaukan jam istirahatnya. Lagi pula, kenapa Alden tidak meminta Greeta saja yang mengantarkan perlengkapan futsalnya?
"Ya udah, gue langsung balik."
Baru saja Annavia akan mengambil langkah pergi, Alden tiba-tiba saja berkata padanya, "lo nggak mau tetep di sini..., nemenin gue?"
Situasi tiba-tiba hening. Annavia dapat menangkap bahwa tidak ada gelagat bercanda dari nada bicara Alden barusan.
Dan jika ditarik lagi ke belakang, saat masih berpacaran dulu, Annavia selalu setia menemani Alden melakukan hobinya bermain futsal. Tidak sekali pun ia absen dari kegiatan yang dulu seperti sudah menjadi 'kewajiban' baginya itu. Dan entah, apa Greeta juga melakukan hal yang sama sepertinya dulu.
"Telepon cewek lo gih! Jangan ngerepotin gue terus." Jawab Annavia berusaha terdengar tak acuh sambil tetap membelakangi Alden.
Lalu, sebelum Alden sempat mengatakan sesuatu, Annavia kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
Tiba-tiba ia merasa sangat marah.
"Eh, Al! Itu cewek lo, kan? Annavia?" Tanya Patton yang tiba-tiba saja muncul bersama beberapa kawannya yang lain sesaat setelah Annavia pergi.
"Eh? I –iya." Jawab Alden kelabakan.
Ia kaget. Tidak menyangka bahwa Patton dan yang lainnya akan tiba-tiba muncul seperti ini. Ia bahkan tidak mengerti, kenapa memberikan jawaban 'iya' untuk pertanyaan Patton barusan.