Bab 55. Drunken Truth

271 13 10
                                        

Bab 55. Drunken Truth

 Drunken Truth

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maaf... maaf karena meninggalkan kamu sendiri, dan membuat kamu harus melewati waktu yang sulit karena aku."

****

"MAS Alden?"

Alden yang sedang sibuk mengetik sesuatu di laptopnya langsung menghentikan kegitannya saat Camilla menghampirinya. Dengan wajahnya yang selalu tampak datar, Alden menatap Camilla, melemparkan pertanyaan 'ada apa?' hanya melalui pandangan mata seperti yang sering dilakukannya.

"Terima kasih, karena sudah menyempatkan diri untuk menengok Ibu saya di rumah sakit." Camilla menggaruk kepala bagian belakangnya sambil tersenyum canggung, "padahal karyawan lain nggak ada yang melakukan itu." Sambungnya.

Alden hanya mengangguk setelah sebelumnya mendesah pelan.

"Terima kasih juga, karena sudah memuji saya di depan Ibu sa—"

"Itu bukan pujian." Sela Alden sebelum Camilla menyelesaikan perkataannya. "Itu kejujuran." Ralat Alden. "Gue berharap dengan begitu, lo bisa semakin meningkatkan kinerja lo supaya semakin hari semakin membaik."

Saat melihat wajah Camilla yang terlihat seperti kurang tidur, Alden segera mengambil satu kotak sandwich beserta teh peppermint yang beberapa saat lalu sempat ia beli di kafetaria.

"Sebaiknya lo sarapan dulu. Setelah itu baru lanjut kerja."

"Terima kasih, Mas Alden. Sekali lagi, terima kasih banyak."

****

Sejak kejadian di Clover Leaf beberapa hari yang lalu, baik Alden mau pun Annavia sama-sama tidak saling menghiraukan satu sama lain. Bahkan Annavia—yang sejak ia kembali ke ANHTV selalu berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Alden, kini mulai terlihat tidak menunjukkan kepeduliannya lagi kepada pria jahat itu.

Meski pun pada malam Rooftop Party itu Annavia sempat menenangkan Alden yang kembali dilanda oleh gangguan kecemasannya, nyatanya perasaan kesalnya tidak bisa membuat perasaannya menjadi lebih baik.

Alden sudah benar-benar membuatnya merasa seperti orang bodoh yang menyedihkan. Itulah kenapa, Annavia enggan menghiraukan Alden sekarang.

Pernah suatu ketika saat mereka tidak sengaja berpapasan, mereka bahkan tidak saling melirik sama sekali dan hanya saling melewati seolah-olah mereka hanyalah dua orang asing yang tidak pernah memiliki kisah apapun.

"Waaah, Mas Alden! Itu Annavia Adhitama, kan? Produser ANHStar Radio yang melegenda itu." Ucap Bagas seraya menatap penuh kekaguman pada sosok Annavia yang baru saja melewati mereka.

"Kemarin waktu dia ngegantiin Bianca di 'Morning Coffee', pesonanya benar-benar tumpah. Jantung saya sampai berdebar kencang dibuatnya."

Alden otomatis menghentikan langkahnya saat mendengarkan perkataan Bagas. Entah kenapa Alden merasakan telinganya gatal, seperti baru saja kemasukan serangga.

Kutukan Cinta PertamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang