Bab 59. Pemberi Kutukan

193 11 2
                                    

Bab 59. Pemberi Kutukan

 Pemberi Kutukan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Percayalah... cuma ada satu orang yang benar-benar kamu cintai, dan bisa memberikan kebahagiaan yang sama sebagaimana yang kamu berikan."

****

BEGITU Alden dan Annavia tiba di panti asuhan, semua anak-anak yang saat itu sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing langsung berlari berhamburan menghampiri mereka. Semuanya terlihat begitu gembira, saat melihat dua orang yang paling mereka favoritkan kini datang untuk menengok mereka.

"Kak Ann sama Kak Alden udah baikan, ya?" Tanya Reno dengan sorot mata berbinar pada Annavia.

Menanggapi pertanyaan Reno, Annavia langsung mengangkat jempol sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Baikan? Baikan gimana maksud Reno?" Tanya Alden heran.

Annavia kini mengalihkan perhatiannya pada Alden. Alih-alih menjawab pertanyaan Alden, Annavia justru hanya menunjukkan senyum misteriusnya yang semakin membuat Alden keheranan.

"Viaaa?" Gumam Alden penuh kelembutan seraya menatap Annavia dengan pandangan memohon.

Annavia mati-matian menahan tawanya saat akhirnya Iam dan Acha tiba-tiba saja muncul dan menyelamatkannya dari pertanyaan Alden.

Acha sudah akan memeluk Annavia, namun Annavia buru-buru menahan keningnya sambil berkata pada Acha dan Iam, "ada beberapa oleh-oleh di mobil. Mending kalian angkut sekarang."

Iam langsung menuruti perintah Annavia, sementara Acha justru mendekati Annavia lalu mengapit lengannya, "jadi, kapan Mbak Ann dan Mas Reiga akan meni—"

Sebelum Acha menyelesaikan ucapannya, Annavia dengan cepat membekap mulutnya sembari menatap Alden dengan pandangan tidak enak hati.

"Jadiiii, hari ini kamu sudah siepin makan siang apa buat aku, Larissaaa?"

Annavia pun segera membawa Acha pergi dari hadapan Alden sebelum Acha membuka mulut lebih jauh.

"Kak Alden, gimana hasil gambar Reno? Kak Alden suka, kan?" Tanya Reno beberapa saat setelah Annavia dan Acha pergi dari hadapan mereka.

"Bagus. Kak Alden suka, deh. Kak Alden juga takjub setelah tahu kamu punya bakat gambar."

"Terima kasih, Kak Alden. Reno memang suka menggambar sejak masih kecil. Kata Mama, bakat menggambar Reno turun dari Papa." Ada nada kesedihan yang ditangkap oleh Alden saat Reno menyebutkan soal Papanya.

Alden pun tersenyum hangat pada Reno, ia lalu duduk berjongkok di hadapan Reno. Sambil mengusap kepalanya, Alden berkata, "kalau begitu mulai sekarang, Reno harus rajin belajar, ya? Kemampuan menggambar kamu harus tetap diasah dan dikembangkan. Dan nanti saat kamu sudah kuliah, Kak Alden akan kirim kamu ke sekolah seni terbaik di Inggris. Kamu harus sukses, dan bikin Papa kamu menyesal karena sudah meninggalkan anak sehebat dan sepinter kamu. Oke?"

Kutukan Cinta PertamaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang