Chapter 70 : Pemakaman Fiora

58 1 6
                                        

Now Playing : Ruang Rindu - Letto

Happy Reading!

•••

Siang hari Mila sudah bersiap untuk pergi bersama teman-teman kecilnya, ia akan pergi bersama Sarah membeli hadiah untuk Tania yang sedang berulang tahun hari ini. Sudah lama sekali Mila tidak merayakan ulangtahun bersama teman kecilnya, karena kejadian dulu membuat Mila memilih untuk menjauhi teman-temannya.

"Mari belanja!" sorak Sarah sembari membuka pintu mobilnya yang terpakir di halaman depan rumah Mila.

Mila pun mengikuti Sarah, membuka pintu mobil dan duduk disebelah pemudi. Sarah menyalakan musik agar tidak merasa canggung. Jujur saja, Sarah merasa aneh jika berduaan dengan Mila, walaupun dia sering berdua dengan Mila, tetapi setelah beberapa tahun, hubungan mereka renggang dan baru ini untuk berkumpul. Lalu Sarah menyalakan mesin dan segera pergi dari perkarangan rumah Mila.

"Malu-malu tapi mau ku lihat sayang, tampak jelas dimata," nyanyi Mila yang sudah terbawa suasana dengan lirik lagunya, dirinya mengingat pertemuannya dengan Andra, sementara Sarah terjekut dengan suara Mila yang merdu. Langsung saja Sarah mengeluarkan handphone-nya, buka kamera dan memulai video, dia akan bernyanyi juga.

"Kamu memang yang pertama, cinta
Menyentuh pipiku dengan manja
Karna kamu yang kurasa, cinta
Mendapatkan segalanya," nyanyi Mila dan Sarah bersamaan.

Keduanya menoleh, saling bertatapan sebentar lalu tertawa. Mila tersenyum malu, karena kelepasan bernyanyi dan membayangkan wajah Andra. Bisa dikatakan Mila sangat bucin dengan Andra. Mudah saja bahwa Andra lah yang paling kuat dengan semua sifat jeleknya, mau bertahan dengan dirinya, padahal diluar sana banyak perempuan yang menyukainya dan ingin menjadi pacar, tetapi Andra malah memilihnya.

Sementara Sarah mengirim video yang dia rekam tadi dan kirim ke Andra. Sarah dapat merasakan betapanya sayangnya Mila dengan Andra, terlihat dari cara Mila bernyanyi sembari membayangkan Andra. Sarah ikut bahagia karena Andra, Mila kembali, laki-laki itu tau bagaimana cara meluluhkan hati sahabat kecilnya.

Disisi lain, Andra yang tengah bermalas-malasan di kamarnya karena tidak ada Mila disampingnya, padahal ia ingin sekali bertemu dengan kekasihnya, tetapi kekasihnya kini sedang ada acara merayakan ulang tahun bersama teman kecilnya.

Terdengar dering singkat, buru-buru Andra mengambil ponselnya diatas naskas dan membuka pesan dari Sarah.

Senyum Andra terbit melihat video Mila yang tengah bernyanyi, suara perempuan itu sangat merdu, dirinya menjadi rindu dengan Mila. 

Pacarnya itu selalu saja buat rindu, padahal semalam ia sudah bertemu tetapi rasanya kurang, Andra ingin terus bersama Mila.

"Nikah kali ya," ucap Andra lalu tertawa, mengingat dirinya masih bersekolah, ia juga belum mempunyai apapun, mau dikasih makan apa Mila jika menikah sekarang, ia mana mungkin melihat Mila susah apalagi bersama dirinya, ia tidak akan biarkan hal itu terjadi. Andra harus rajin dalam sekolah, agar Mila bangga kepadanya, mempunyai pasangan hidup yang dapat diandalkan.

•••

Mila terdiam membaca nama yang terukir di batu nisan, tidak pernah sedikitpun dibayangan Mila bahwa ia akan berziarah ke makam teman kecilnya.

Fiora Amalia Aldric 

Lahir : 26 Juni 2000
Wafat : 28 Agustus 2008

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MILANDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang