Now Playing : Bagaikan Langit -
POTRET
Happy Reading!
•••
Siang ini Mila sedang berada di apartemen Darla. Niat untuk memberikan pacarnya kejutan malah ia yang terkejut karena diajak pacarnya ketempat Darla.
Mila merasa sangat canggung berada disini, terlebih lagi saat baru sampai, Darla langsung memeluk Andra, sungguh menyebalkan. Tetapi kekesalanya ia tahan agar tidak membuat suasana semakin runyam.
Mila ikut membantu Darla mengemas barangnya. Hari ini sahabat dari pacarnya itu akan pulang ke Australia setelah tiga bulan lebih di Indonesia.
Sebenarnya Mila tidak ingin melakukan hal ini, tetapi ia tidak boleh egois, Andra sudah bersamanya dan Darla hanya sahabat untuk Andra.
"Andra was lucky to get you," ucap Darla sembari menatap Mila setelah mengemasi barang-barangnya.
Hari ini Darla ingin pulang, harapannya ingin melanjutkan pekerjaan di Indonesia dia kubur dalam-dalam. Dia kira akan hidup bahagia bersama Andra, menikah dan memiliki anak-anak yang lucu, tetapi itu hanya angan-angan dirinya saja, pada kenyataannya, Andra memiliki perempuan lain dan sudah melupakan cintanya yang lama.
"Honestly, I was hurt to see you together, but remembering that I had left Andra in a bad condition, it made , realize that this was the payback for my attitude at that time," lanjut Darla lalu duduk di tepi ranjang.
Mila terkejut dengan ucapan, seperti dugaannya bahwa perempuan di depannya ini sakit hati, apakah ia perempuan yang jahat membuat orang lain sakit hati karena dirinya.
Sementara Darla menatap Mila yang diam termenung.
"Tapi, gue melihat Andra sangat bahagia, lo mengembalikan kebahagiaan Andra," kata Darla mencairkan suasana.
Mila tersenyum lalu duduk disebelah Darla.
"Jangan bicara begitu, lo juga salah satu kebahagiaan Andra," balas Mila, entah apa yang merasuki Mila saat ini tapi yang pasti ia hanya tidak ingin Darla merasakan sakit hati yang amat terdalam.
Perempuan disebelahnya ini adalah salah satu alasan Andra untuk bahagia, kalau tidak, bagaimana Andra rela menunggu Darla bertahun-tahun kalau bukan untuk kebahagiaan.
Darla hanya tersenyum mendengar balasan Mila. Andra memang pantas untuk mendapatkan cinta yang setara, Mila perempuan yang memiliki hati yang lembut. Mungkin kalau dirinya ada diposisi Mila, ia akan menyuruh Andra tidak berdekatan dengan sahabatnya lagi, yang kemungkinan pacarnya bersama sahabatnya tetapi tidak dengan Mila yang terlihat sangat baik-baik saja setelah ia sakitkan hatinya dengan ucapannya.
"Are we friend now?" tanya Darla sembari menatap Mila.
Senyum Mila memudar, Darla melihat itu, mungkin saja Mila tidak ingin berteman dengan dirinya karena dirinya sudah menyakiti hati perempuan itu.
"Yap," jawab Mila dengan menampilkan senyumannya, walaupun dengan berat
•••
Andra melihat kekasihnya hanya terdiam sejak tadi. Setelah mengantarkan Darla ke bandara, Mila masih saja diam, seperti ada sesuatu yang dipikirkan.
"Ada apa sayang?" tanya Andra sembari terus menatap Mila yang berada di hadapannya.
Saat ini keduanya sedang berada di salah satu tempat makan yang berada di mall. Andra bingung mengapa Mila diam saja sedari tadi, saat ia jemput pacarnya sangat senang, tetapi saat sampai di apartemen Darla, wajah senang Mila menghilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
MILANDRA
Novela JuvenilJANGAN PLAGIAT CERITA ATAU COVER, KARNA INI AKU IDE SENDIRI. ••• (PROSES REVISI) Mila Eliana Zahara, perempuan yang selalu disebut sebagai "Pembawa Sial" dan selalu disudutkan dalam berbagai hal. Termasuk Pem-bully-an yang sudah menjadi makanan Mila...
