Chapter 24 : Hubungan Kontrak

941 85 413
                                        

Now Playing : Beautiful Mistakes - Maroon 5

Happy Reading!

•••

Bagas, Daffa dan Erick pergi ke rumah Andra hanya untuk mengumpul saja dan menanyakan perihal Andra berpacaran dengan Mila, pasti Dian mengetahui hubungan Andra, karena Dian tidak menyukai jika Andra menjalin hubungan secara diam-diam.

"Malam, Bunda," sapa Erick hangat yang baru saja memasuki ruang tamu, dimana sudah ada Dian dan Andin disana.

"Hai," sapa Dian melihat ketiga laki-laki teman anaknya.

"Andra lagi pergi sama pacarnya, kalian langsung ke atas aja ya," lanjut Dian dengan ramah.

Bagas, Erick dan Daffa saling berpandangan mendengar ucapan Dian, lalu ketiga duduk di sofa ruang tamu.

"Bun, ada yang mau kita omongi," kata Erick membuka pembicaraan membuat Dian sedikit aneh dengan tingkah ketiganya.

"Apa?" tanya Dian menaruh cemilan di atas meja lalu menatap ketiga laki-laki itu secara bergantian.

"Andra pacaran sama anak pembawa sial!" jelas Bagas dengan lantang membuat Erick dan Daffa menatap laki-laki itu. Memang Bagas sangat batu, dibilang untuk obrolin pelan-pelan tetapi laki-laki itu langsung menyerang.

"Maksud kalian, Mila pembawa sial?" tanya Dian serius.

"Iya, Bun," jawab Daffa pelan.

"Mila bukan pembawa sial, dia perempuan biasa, kalian jangan aneh-aneh," balas Dian sedikit tidak menyukai dengan penuturan teman-teman Andra.

"Bun, yang celakain Andra itu Mila," sekarang giliran Bagas yang berbicara lagi.

"Bagas, Bunda sudah periksa motor Andra, dia kecelakaan karena kesalahan sendiri bukan dari Mila dan Bunda juga sudah ketemu sama Mila berserta keluarganya, dia bukan pembawa sial," ujar Dian dengan tegas.

"Tapi Bun—"

"Bunda nggak mau denger penjelasan apapun dari kalian, yang pasti Mila bukan pembawa sial, lebih baik kalian ikut jaga Mila, dia itu korban bully," potong Dian cepat lalu pergi meninggalkan ruang tamu.

Ketiga laki-laki itu terdiam melihat Dian pergi, pasti Dian marah karena mendengar penjelasannya.

Sementara Andin yang sedari tadi terdiam hanya mendengar obrolan Dian dan teman-teman abangnya.

"Jadi, namanya Mila?" tanya Andin yang langsung dibalas anggukkan kepala oleh Erick.

"Gas, gue sudah bilang, kita harus terima pilihan Andra, gue juga yakin kalau Mila bukan pembawa sial," ucap Erick menatap Bagas.

"Rick, sudah banyak kejadian di sekolah kita, nggak mungkin kalau Mila bukan pembawa sial!" balas Bagas.

"Bener kata Erick, Gas, kita harus terima pilihan Andra, lagi pula gue juga setuju kalau Andra sama Mila ketimbang sama Darla," timpal Daffa membuat Bagas memutar bola matanya malas.

Bagas mengalihkan pandangannya, ketika melihat Erick dan Daffa mengajak Andin untuk pergi dari ruang tamu, pasti kedua temannya itu menjelaskan tentang Mila yang bukan pembawa sial. Bagas kesal dengan tingkah temannya yang tidak mau membelanya, ia akan mencari buktinya sendiri kalau Mila memang pembawa sial.

MILANDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang