بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum
Sebelum baca kita istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
Happy Reading
🌼🌼🌼
"Sat, Al, raf, gue balik nya"pamit Gibran. Gibran hanya ikut teman-temannya ke tempat kerja.
"Enggak disini dulu gib?"tanya Alya.
"Enggak Al,"Gibran menyalakan motornya kembali."Gue balik"Ucapnya tanpa basa-basi lagi lalu pergi dari hadapan teman-temannya.
Sementara Alya, Raffa, dan satria langsung masuk ke restaurant, siap untuk bekerja.
🌼🌼
Hari sudah pukul sembilan dan waktunya Alya dkk pulang.
"WOY! Ke rumah pohon yuk!! Gibran ngajak,"ajak satria pada Alya dan Raffa yang masih di depan restaurant.
Rumah pohon itu dibuat oleh Gibran, Raffa, satria sementara Alya ia hanya duduk santai melihat pembangunan rumah pohon.
"Gue enggak bisa"sahut Alya.
"Lo raf,"satria menoleh pada Raffa.
"Gue ikut Lo aja,"sahut Raffa. Setelah nya Raffa, satria berjalan menghampiri motor.
Sementara Alya berjalan melewati mereka berdua.
"Lo mau kemana Al?"tanya satria, membuat Alya berbalik menatap satria.
"Balik lah"
"Enggak sama gue?"Alya menggeleng. Ia tidak enak menumpang lagi pada satria. Apalagi setelah mendengar kalau satria ingin kerumah pohon. Karena jalur arah rumahnya dan rumah pohon itu berbeda.
"Katanya Lo mau kerumah pohon"
"Iya, gue kerumah pohon setelah antar Lo kerumah,"ucap satria mendekati Alya dan menarik tangan Alya yang di lapisi oleh kain Hoodie nya, sehingga kulit mereka tidak bersentuhan.
"Enggak usahlah,"Alya melepaskan pegangan satria dari tangan nya.
"Udah ayok,"satria kembali menarik tangan Alya,"Kasian nenek Lo nunggu di rumah."paksa satria.
"Iya ya"
Alya dan satria menoleh ke Raffa setelah mereka sudah duduk di motor."udah siap raf?"tanya satria.
"Udah dari tadi siap, nunggu Lo pada lama!"ketus Raffa.
"Sorry raf."Raffa berdehem menanggapi nya.
Satria melajukan motornya diikuti Raffa di belakang nya. Beberapa menit kemudian, mereka sampai dirumah Alya.
"Al besok kita masih sif siang sore sampai malam"ucap satria.
"Iya sat, gue tau. Gue kan enggak pelupa Kanya Lo!!"kata Alya.
"Enggak salah, bukannya Lo"timpal satria.
"Enggak nya!!"
"Debat terus...,"ucap Raffa memerhatikan mereka berdua.
"Udah sana pergi !"kata Alya bercanda.
"Ngusir Lo !"tukas satria.
"Iya !"ucap Alya.
"Oke"ucap satria langsung pergi dari rumah Alya saat itu juga membuat Alya mengerjapkan matanya dan terkekeh. Alya hanya bercanda dan di anggap serius oleh satria.
Seperti nya satria mengambek pada Alya. Mungkin Sekarang satria sedang sensitif, sehingga tidak bisa di ajak bercanda.
Alya tertawa kecil, lalu menoleh pada Raffa."ngambekan teman Lo raf"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
Random(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
