بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ)
Setelah sholawat baca istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
Baca part ini jangan terlalu menghayati ya besty!
jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca
Udah di baca belum Al-Qur'an nya? Jangan sampai baca ini tapi belum di baca Al-Qur'an yaaa.
Tandai typo
Mohon maaf bila tidak dapat feel nya
Happy Reading
🌼🌼
Shaka, Fahri, Raffa, baru saja kembali ke rumah sakit. Setelah Shaka mengantar Fahri dan Raffa ke rumahnya untuk berganti baju. Khawatir mereka bisa sakit karena memakai baju yang basah. Kenapa pilih rumahnya? Karena itu tempat yang lebih dekat di bandingkan dari rumah mereka.
"Ini murni abqary kecelakaan atau sabotase?"jika sabotase, Shaka tidak akan mengampuni orangnya. Ia akan membuat perhitungan.
"Kami enggak tau bang. Kami lihat-lihat Abqary sudah berada di jurang,"ucap Fahri.
"Alhamdulillah bang. Jurang nya juga tidak terlalu curam. Kalau dalam, entah apa yang terjadi dengan farqi. A'uzubillah min dzalik,"
Shaka terdiam. Memikirkan ucapan dokter yang membuat hatinya bertambah sakit. Ya, setelah abqary pindah ke ruang ICU. Dokter memanggil keluarga pasien. Dan Abi lutfan dan Shaka mewakili nya.
"Kenapa Shaka ? Kita nggak perlu khawatir lagi kan. Abqary hanya koma, gue yakin juga beberapa hari abqary sadar,"ucap Raffa.
"Gue takut aja. Kata dokter, sewaktu-waktu abqary bisa —Astaghfirullah,"Shaka menggelengkan kepalanya.
"Itu kata dokter bang. Dokter hanya perantara, bukan pemegang nyawa manusia,"ucap Fahri.
"Zafran, dimana ? Gue kok nggak liat dia beberapa akhir ini ?"tanya Shaka.
"Lagi ada urusan dia,"jawab Raffa.
"Kalian nggak ingin kabarin dia ?"
Raffa dan Fahri saling menatap. Bukannya tidak ingin mengabarkan. tapi, khawatir zafran nantinya terkena amarah papahnya karena berpura-pura menjauhi mereka.
"Kalian tuh kalau ada masalah di selesaikan. Kalian jangan berantem tapi harus saling mendukung,"ucap Shaka. Berpikir mereka tengah berantem.
Mereka bertiga menghela napas pelan. Melihat Alya yang masih berdiam dengan tatapan kosong.
"Alya, tidak ingin masuk ?"tanya Shaka.
Dokter memperbolehkan abqary di kunjungi. Namun ada batasan. Maksimal dua orang saja.
"Al, kamu nggak masuk?"tanya shaka lagi dan sekarang di kuatkan sedikit melihat Alya masih terdiam. Memang semenjak mendengar kabar abqary, Alya terlihat sering melamun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
Diversos(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
