بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum
Sebelum baca kita istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
Happy Reading
🌼🌼🌼
Alya tidak memperdulikan lukanya. Yang sekarang ia takutkan adalah pulang ke rumah. Kalau sampai neneknya tahu, neneknya pasti akan sangat khawatir dan bisa memengaruhi kesehatan neneknya.
Belum lagi Acha yang akan memberinya wejangan panjang kali lebar.
"Gimana coba menyembunyikan luka,"ucap Alya.
"Enggak usah pulang ke rumah kalinya ?Ke kos satria aja. Nanti satria tidur di kamar Raffa"
"Tapi nantinya satria juga ngomel"
Satria kalau sudah mengomel sudah seperti mulut perempuan. Lama selesai nya.
Alya mengacak rambutnya,"Ribet bangetz..."
"Udahlah nanti pulang langsung ke rumah. Langsung ke kamar. Tapi kan gue satu kamar sama nenek"
Di rumah Alya terdapat dua kamar tapi Alya tidak bisa jauh-jauh dari neneknya. Makanya ia tidur bersama neneknya.
"Balik ke rumah kak Acha. Terus kirim pesan ke kak Acha suruh di rumah gue aja dan jangan nemuin gue"
"Alasannya bilang aja gue mau tidur dan enggak mau di ganggu karena udah capek"
"Iya gitu aja"
Alya mengirim pesan kepada Acha. Setelah mendapatkan balasan kalau Acha setuju tanpa ada kecurigaan padanya. ia melanjutkan perjalanan nya ke rumah.
Sesampainya di depan rumah acha. Alya langsung memasuki rumah Acha yang tidak terkunci. Ia menutup pintu dan menguncinya. Alya menjatuhkan badannya ke sofa panjang.
"Besok gue mau belajar lagi sama Raffa. Hampir aja tadi gue kalah"
Raffa adalah guru bela diri Alya. dulu Alya bisa sedikit bela diri tapi ia ingin tingkatkan lagi dengan meminta Raffa untuk mengajarinya.
"Besok gimana ? Masa terus menghindar ?kak Acha pasti nanti curiga"
"Dari pada memikirkan itu. Lebih baik tidur aja"
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Alya sudah tidur. Menuju ke alam mimpinya.
🌼🌼🌼
Sangat pagi sekali. Alya sudah di depan kos satria dan Raffa. Kalau Alya kerumah ia belum siap menghadapi acha yang akan mengomel.
Alya mengetuk pintu kamar satria sedikit pelan. Takut menganggu penghuni lain.
"Muka Lo kenapa sat ?!"teriak Alya saat satria membuka pintu kamar. Muka satria masih membiru bekas pukulan.
"Sakit nggak ?"Alya menampar pipi satria.
Mata satria melebar, tamparan Alya membuat lukanya berdenyut,"Sakit WOY !"
"Kali aja cuman pura-pura,"kata Alya dengan tampang tak bersalah.
Satria tercengang. Apa tadi ? Pura-pura?
Satria masuk ke kamarnya tanpa mengajak Alya masuk. Saat Alya mau masuk satria menghalangi nya."mau ngapain ?"tanya satria.
"Masuk lah"jawab Alya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
De Todo(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
