بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum
Sebelum baca kita istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
Happy Reading
🌼🌼🌼
Zafran menatap abqary yang tengah memegang camera nya. Dari tadi abqary sudah di ajak zafran untuk masuk tapi abqary menolaknya. Ia lebih memilih untuk di luar dan memotret.
"Abqary, kamu lagi fotoin apa ?"tanya zafran menghampiri abqary.
"Hanya memfoto langit,"jawab abqary.
"Langit ya cerah begitu indah,"kata zafra memandang langit dengan takjub.
"Pastinya, langitkan ciptaan Allah,"kata abqary.
"Apalagi ciptaan Allah yang itu abqary, pasti indah banget di kamu,"ucap zafran.
"Yang mana ?"tanya abqary
"Perempuan yang akan kamu nikahi nanti,"jawab zafran menaik-turunkan alisnya, menggoda abqary.
Abqary terkekeh."Kita belum tau siapa yang akan datang terlebih dahulu, antara kematian atau jodoh. Yang pastinya pernikahan adalah kemungkinan dan kematian adalah kepastian,"kata abqary.
Zafran tersenyum simpul karenanya."liat foto-foto kamu,"ucap nya mengambil camera abqary.
"Ya begini ni kalau penyuka alam. Isinya langit, bunga, pohon,"ucap zafran menggeleng-geleng pelan melihat hasil potret abqary.
"Kalau bukan seperti itu saya bingung ingin memotret apa,"ucap abqary. Abqary terkadang menggunakan waktu luangnya untuk memotret tapi ia juga bingung ketika ingin memotret.
"Potret muka saya aja, hahaha..."ucap zafran dengan tawa renyahnya.
Abqary mengambil lagi camera nya."Dari pada saya memotret muka mu, lebih baik saya memotret semut,"ucap abqary membuat zafran mengerjapkan matanya dengan mulut sedikit tercengang.
"Anak umi ini kurang kerjaan kaya nya, muka semut aja di potret,"ucap zafran.
🌼🌼🌼
Alya membawa wadah yang berisi buah-buahan dan wadah yang berisi sambal yang telah ia buat sendiri menuju ke luar rumah.
"Guys, silahkan makan,"ucap Alya kepada teman-temannya yang di depan rumahnya.
"Lo tiap hari bikin rujak, itu lambung enggak panas ?"tanya Gibran heran.
"Enggak"jawab Alya.
Gibran mencicipi rujak ala-ala Alya, baru di lidah ia langsung memuntahkan nya kembali. Lidahnya nya terasa panas setelah mencicipi rujak Alya, ia mengambil minum yang sudah Alya siapkan.
"Ya Allah... Ini isinya cabe semua kaya nya enggak ada tambahan gula sedikit pun"ucap Gibran.
"Emang iya"aku Alya. ia kan penyuka pedas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
Random(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
