ADK 67

2.8K 185 17
                                        

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ)

Setelah sholawat baca istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,

jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca

Tandai typo

Mohon maaf bila tidak dapat feel nya

Happy Reading

🌼🌼🌼



Hari ini, abqary berangkat ke kantor dan Alya tengah menyiapkan pakaian abqary. Alya yang menyuruh abqary untuk kembali ke kantor. Awalnya abqary menolak, namun Alya memaksanya.

"Kamu beneran, tidak apa-apa. Kaka tinggal ?"Alya menghela nafas jengah dengan pertanyaan abqary yang terus abqary lontarkan dari tadi.

Alya menghampiri abqary yang baru masuk kamar."Enggak papa. Adek sudah membaik kok,"ia memberikan kemeja pada abqary.

"Kasian perusahaan, Kaka tinggal terus."

"Enggak Kaka tinggal kok. Kaka pantau dari rumah,"timpal abqary, memakai baju kemejanya.

"Tetap aja. Enggak baik!"ucap Alya berkacak pinggang. Bibirnya ia majukan dan menatap tajam abqary.

"Gemes deh,"abqary terkekeh dan menjawil hidung Alya.

Alya sedikit berjinjit untuk memasangkan dasi abqary. Perempuan itu terkadang heran, ia ingat waktu awal nikah, ia hampir sama tinggi nya dengan abqary, tapi kenapa setelah lama menikah abqary seraya lebih tinggi. Dirinya yang makin pelosok ke bawah atau abqary yang makin tinggi.

"Kak, udah lama ya. Alya enggak pakai Lo-Gue lagi."

abqary menarik pinggang Alya membuat istrinya itu mendongak padanya,"Kamu mau memakai ya lagi ?"

"Enggak,"Alya menggeleng,"enggak enak di dengar, soalnya Kaka suami Alya, nampyeon. Tapi, enggak tahu nantinya. Mungkin pakai Lo-Gue lagi,"ucap Alya menyengir dan menarik lengan abqary dari tangan nya lalu memberikan jazz kepada abqary.

"Udah gih, berangkat,"ucap Alya tersenyum manis.

Abqary menarik Alya dalam pelukan. Ia mengecup kening Alya berkali-kali hingga membuat sang empu terkikik geli.

"kalau ada apa-apa. Hubungi kakak ya,"ucap abqary mengurai pelukan dan menatap lekat mata perempuan cantik di depannya.

Alya mengangguk sebagai tanda jawaban."Kaka, Alya kayaknya tidak bisa mengantar Kaka sampai luar,"ucapnya dengan sorot tidak enak.

"Tidak apa, bidadariku."

"Nanti kalau ada kak Acha di depan, suruh masuk ke rumah ya."abqary menaikkan sebelah alisnya, karena istrinya tidak menghindar dari Acha.

"Alya rindu cerita sama kak Acha,"ucap Alya.

"Baiklah."

Abqary mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Alya dan merasakan bibir menempel di punggung dan depan tangannya.

"Assalamu'alaikum,"

"Wa'alaikumussalam nampyeon."

Abqary melangkah menuju keluar rumah. Saat di luar ia melihat Acha di depan rumahnya sendiri.

Alya dan Kehidupannya ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang