ADK 23

4.6K 204 4
                                        

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu'alaikum
Sebelum baca kita istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,

Happy Reading

🌼🌼🌼

"Ustadz, nenek kan udah nggak ada gimana kalau kita cerai,"

Abqary membuka matanya. Menoleh Alya dengan tatapan tajam. Ada kemarahan di dalamnya.

"Kamu pikir pernikahan itu hal lelucon,"sentak abqary. Hal yang membuat Alya terkejut. Pertama kali abqary menyentaknya.

"Gak gitu maksud gue,"sahut Alya cepat.

"Maksud kamu apa ? Maksud kamu saya menikahimu karena nenek meminta ? Terus karena nenek sudah meninggal saya harus ....ck."abqary menghembuskan nafas kasar. Tidak seharusnya ia menyentak istrinya.

Abqary meraup mukanya kasar."Maaf. Kalau saya berbicara dengan nada yang tidak enak di dengar. Maaf saya sudah menyentakmu,"sesal abqary merunduk.

Alya memalingkan wajahnya dari abqary. Kalau abqary terus bersikap seperti ini, bisa-bisa buat ia gila.

"Lo gak seharusnya minta maaf. Harusnya gue yang minta maaf karena udah buat Lo nggak nyaman,"ucap Alya tanpa menatap abqary.

"Gue nggak bermaksud apapun. Gue pikir Lo mau nikah sama gue karena nenek yang minta,"ucap Alya.

Abqary mengangkat kepalanya."Bukankah sebelum nenek meminta saya memang sudah ingin menikahi kamu."

"Iya. Itu juga terjadi karena gue salah ngomong sama Lo. Waktu itu Lo udah buat gue marah, jadinya gue asal ceplos saja. Gue nggak papa misalnya Lo mau ce—"

"Saya tidak mau mendengarnya, saya benci kata itu,"potong abqary.

"Dengar,"abqary mengangkat sebelah tangan menyentuh pipi Alya sontak membuat Alya menatap abqary."saya menikah dengan mu bukan karena nenek yang meminta, bukan karena kamu yang salah bicara. Saat kamu meminta untuk di nikahi, hati saya langsung mengatakan iya, hati saya yang telah memilih kamu. saya yakin kamu adalah takdir saya."

"Tapi gue bukan perempuan baik-baik. Gue jauh dari kata sholehah,"Alya memegang tangan abqary yang berada di pipinya.

Abqary menyautkan jari-jemarinya di jari Alya."Kamu perempuan sholehah. Hanya saja kamu berubah karena lingkungan sekitarmu. Teman-teman kamu mengajakmu maksiat dan kamu mau melakukannya. Kamu tidak memiliki teman yang bisa mendekatkan kamu pada Allah sehingga kamu terus terjerumus dalam maksiat.

Abqary sudah mendengar tentang Alya semuanya dari nenek Syifa.

"Emang bener temen-temen gue yang sebelum berteman sama naziya, kak Acha, kak zafran dan trio itu—"

"Maaf. Trio itu siapa ?"tanya abqary menyela.

"Raffa, satria, Gibran,"Alya sedikit terkekeh saat menyebut nya.

"Gue bener-bener kaya anak berandalan. Gue suka dunia malam. Tanpa sepengetahuan nenek gue tiap malam ke dugem karena di ajak teman. Terus saat gue ketemu trio, kak zafran,kak Acha, gue jadi nggak sering lagi kesana. Karena mereka udah tahu gue sering kesana dan mereka selalu ngelarang gue, mereka ancam gue kalau nanti bakal di kasih tahu nenek. Kalau udah urusan nenek, gue nggak bisa,"

"Terus gue ketemu naziya. Seiring berjalanya waktu gue makin dekat sama dia. Satu hal yang gue heran, kenapa dia mau temenan sama gue ?"

"Jangan jawab dulu. Gue belum selesai ngomong!"ucap Alya ketika abqary ingin menyahut.

Alya dan Kehidupannya ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang