ADK 41

4.1K 194 4
                                        

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ  وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ)

Setelah sholawat baca istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,

jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca

Tandai typo

Happy Reading

🌼🌼🌼

Wajah Gus abqary memucat. Nafasnya juga tidak beraturan. Dadanya terasa sakit. Gus Abqary membuka lemari, mengambil sebuah benda yang biasa orang sebut inhaler.

Merosotkan tubuhnya ke lantai dan segera memakai benda itu.

"Jangan panik"

"Jangan panik,"

Ucap Gus abqary dalam hati. Mencoba mentenangkan dirinya.

Lalu Gus abqary mengatur nafasnya kembali seraya bersandar pada lemari. Gus Abqary menoleh ke samping dan melihat ummi nya yang berjalan ke arahnya.

"Ummi,"ucap abqary lemah.

"Jangan bicara dulu. Netralkan nafas kamu dulu,"saran ummi Aisyah lalu menyamai tinggi anaknya dengan duduk di depan Gus abqary.

Ummi Aisyah mengulurkan cangkir yang ia pegang seraya berucap,"Minum teh ya."abqary tidak mengambil secangkir teh itu. Justru ia menatap bingung. Bukankah teh itu milik Abi nya ?

Ummi Aisyah tersenyum simpul. Paham arti tatapan anaknya."Kata Abi suruh memberikan nya padamu. Abi sudah was-was kalau ini akan terjadi padamu. makanya Abi menyuruh ummi membuatkan teh untuk kamu bukan buat Abi sendiri."jelas ummi Aisyah membuat Gus abqary mengambil teh itu dan meminum nya.

Abi lutfan memang jarang mengucapkan kata-kata sayang terhadap anak-anaknya. Namun, diam-diam tindakan Abi lutfan selalu membuat anak-anak nya merasa kasih sayang Abi lutfan begitu besar. Abi lutfan lebih ke tindakan dari pada ucapan untuk menunjukan rasa sayangnya.

"Udah agak enak kan ?"Gus abqary mengangguk lemah.

"Istirahat sebentar di sini,"pinta ummi Aisyah.

"Maaf ummi. Nanti terlalu malam pulang ummi. Istri abqary di rumah sendirian,"ucap abqary menolak halus.

"Mau Abi kirim beberapa orang untuk berjaga di dekat rumah. Bagaimanapun Abi juga khawatir pada putri Abi. Tenang, putri Abi tidak akan menyadarinya,"kata Abi lutfan yang sempat mendengar alasan penolakan anaknya ketika ia sudah di dekat ambang pintu.

"Tidak perlu Abi. Abqary mau pulang sekarang kok,"ucap abqary.

"Penyakit kamu baru kambuh sayang. Kalau di jalan terjadi apa-apa sama kamu gimana? Jangan buat ummi takut,"ucap ummi Aisyah dengan ekspresi khawatir nya."Di antar Abi kamu ya ?"pinta ummi Aisyah.

"Sudah, turuti perkataan Abi. Kamu tidak mau putri Abi tahu kan jika kamu punya penyakit asma. Kamu tidak ingin kan penyakit kambuh lagi di depan istrimu,"ucap Abi lutfan tegas."Istirahat lah di sini. Abi enggak terima penolakan,"lanjutnya membuat abqary pasrah menerima perintah Abi nya.

"Sekarang beritahukan alamat rumah putri Abi,"pinta Abi lutfan karena beliau akan menyuruh beberapa orang kepercayaan untuk berjaga dirumah putrinya.

Gus abqary menyebutkan alamat rumah Alya dan saat itu Abi lutfan menatap abqary tidak percaya.

Alya dan Kehidupannya ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang