ADK 81

1.9K 137 16
                                        


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ)

Setelah sholawat baca istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,

Baca part ini jangan terlalu menghayati ya besty!

jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca

Udah di baca belum Al-Qur'an nya? Jangan sampai baca ini tapi belum di baca Al-Qur'an yaaa.

Tandai typo

Mohon maaf bila tidak dapat feel nya

Happy Reading

🌼🌼



"Kembali ke ruangan saja,"pinta abqary. Mereka berdua sedang di taman rumah sakit. Mungkin sudah cukup, menghirup udara tanpa bau-bau obat.

"Oke,"balas Alya mendorong kursi roda yang di duduki suaminya.

"Kamu pastinya capek mendorong kursi roda ini. Biar saya sendiri yang melakukannya,"ucap abqary. Tangannya hendak turun ke roda, namun Alya menahan nya.

"Ish ! Alya nggak capek kok. Justru nantinya Alya kesal kalau nampyeon biarkan mendorong. Lagian tuh jadi flashback,"ucap Alya

"Flashback?"abqary menoleh pada Alya dengan tatapan bingung.

"Iya, waktu Alya di suruh jaga anak tetangga. Alya kan mendorong kereta dorongnya dia,"jelas Alya membuat abqary mendengus. Masa dirinya di samakan dengan anak kecil?

"Tapi kan berbeda. Saya bukan anak kecil,"ucap abqary. Berat badannya sangat jauh dari anak kecil.

"Kata siapa ?"Alya mengangkat alis sebelahnya,"Nampyeon itu kayak anak kecil. Apalagi kalau saat nangis terus nggak bisa berhenti. Lucu tau !"ucap Alya tertawa kecil. Mengingat saat ia berpura-pura cuek pada abqary.

"Udah deh, jangan di ingatkan lagi."ucap abqary, menghela nafas.

"Kemarin ada anak-anak Ghazy. Kenapa Alya nggak kasih tahu mereka aja,"ucap Alya masih meledek abqary.

"Pasti mereka kaget, mendengar ketua mereka yang dingin kek sepuluh ribu pintu kelas, kutub selatan tiba-tiba nangis karena di cuekin istrinya,"ledek Alya menutup mulutnya, menutup tawanya.

"Saya bisa sendiri,"ucap abqary terdengar mengambek. Dan tangannya menggerakkan kursi roda.

"Nampyeon marah nih yeee..."ucap Alya berlari ke depan abqary, menghalangi nya.

"Maaf deh. Jangan marah sama Alya. Alya tadi hanya bercanda."Abqary diam, ia bahkan berusaha berjalan lagi. Namun Alya menahan nya. Alya tiba-tiba membentuk hati lewat tangan.

"Sayang nampyeon !"

Alya mengehela nafas berat saat abqary masih diam.

Alya dan Kehidupannya ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang