بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ)
Setelah sholawat baca istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
Udah 100 vote! Saatnya up!
Baca part ini jangan terlalu menghayati ya besty!
jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca
Udah di baca belum Al-Qur'an nya? Jangan sampai baca ini tapi belum di baca Al-Qur'an yaaa.
Tandai typo
Mohon maaf bila tidak dapat feel nya
Happy Reading
🌼🌼
Alya berjalan gelisah ke sana-kemari. Tangannya menggenggam ponsel untuk menghubungi suaminya. Namun ponsel suaminya justru tidak aktif. Jarinya yang berada di tangan sebelah nya ia gigit yang lama-kelamaan kuat membuat tanpa sadar mengeluarkan darah. Ringisan kecil keluar dari mulutnya.
"Abqary Lo dimana?"ucapnya hampir frustasi menghawatirkan abqary yang belum pulang ke rumah. Harusnya abqary sudah pulang kerumah kan? Karena sudah lama ia menghubungi orang-orang restaurant jika abqary sudah pulang.
"Apa di rumah Raffa ?"pikirnya yang langsung menghubungi Raffa.
"Apa Al ?"suara dari seberang sana membuyarkan lamunan Alya.
"Rapia, abqary ada di situ nggak ?"
"Enggak ada,"jawaban Raffa membuat Alya menghela nafas kasar. Namun Alya samar-samar mendengar suara laki-laki dari seberang sana.
"Jangan bohong raf, gue kok denger ada suara orang lain ?"
Raffa menghela nafas."Itu Fahri,"
"Raf, abqary belum pulang,"
"Masih di restaurant kali,"
Alya menggeleng."Abqary udah pulang dari restaurant dari satu jam yang lalu. Gue khawatir raf, abqary kenapa-kenapa di jalan. Apalagi di luar hujan dan abqary mungkin masih pusing."
Alya merutuki dirinya karena tidak kembali ke restaurant. Harusnya ia bisa menahan kekesalan nya dan tidak mengajak abqary ribut. Ia akan menyalahkan dirinya jika terjadi apa-apa pada abqary.
Di seberang sana Raffa yang mendengarnya menghela nafas kasar. Kalau tahu ini akan terjadi Raffa tidak akan meninggalkan abqary.
"Raf, tolong bantu cari abqary. Gue takut, perasaan gue dari tadi nggak tenang,"
"Oke. Gue cari,"
"Lo sekarang tenang dan berdoa abqary tidak kenapa-kenapa. Tetap berpikir positif. Jangan nekat keluar, di luar hujan lebat."
Perkataan Raffa pada Alya tidak sesuai dengan dirinya. Ia sama saja seperti Alya. Namun mencoba untuk menutupi nya.
"Gue matikan telpon nya. Ingat Kata-kata gue tadi."
Panggilan terputus dan bertepatan itu terdengar suara petir. Membuat Alya duduk di pojok dengan lutut tertekuk. Wajahnya ia tenggelamkan.
"Takut..."cicitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
Random(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
