بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ)
Setelah sholawat baca istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca
Tandai typo
Happy Reading
🌼🌼🌼
Obrolan video antara paman dan keponakan itu baru saja berakhir. Di saat Alya ingin memasukkan kembali ponsel di saku, ponsel kembali mendapatkan panggilan suara. Alya menatap nama yang tertera di ponsel, Arum.
"Siapa lagi kak ? Abang?"Ara terkikik. Bisa saja kan jika tadi abangnya tidak kebagian mengobrol dengan Kaka iparnya, abangnya itu menelpon lagi.
Alya menggeleng."Sahabat Kaka."
"Assalamu'alaikum Alya."salam Arum.
"Wa'alaikumussalam Arum."jawab Alya.
"Kamu dimana al?"tanya Arum.
Alya menatap latar belakang Arum."Lo kerumah gue ?"
"Iya. Hehehe..."Arum cengengesan.
"Gue enggak dirumah. Beberapa malam gue harus menginap di rumah mertua gue,"ucap Alya menciptakan bibir Arum melengkung ke bawah.
"Rumah mertua kamu dimana ?"
"Di ponpes,"
Mendengar kata ponpes membuat Arum di seberang sana membelalakkan matanya.
"Jadi mertua kamu itu pengasuh pondok pesantren?"
"Iya rum."
Ara mengetuk pundak Alya membuat Alya menoleh.
"Bilang sama sahabat Kaka, kalau mau main sama Kaka tinggal ke sini aja,"ucap Ara memberikan izin.
"Enggak papa ?"
"Enggak papa."
"Rum, misalnya Lo ketemu gue tinggal ke sini aja,"beritahu Alya membuat Arum di seberang sana memekik senang.
"Oke Al. Yaudah aku tutup dulu ya,"
"Iya,"
Setelah panggilan berakhir Alya dan Ara memutuskan untuk kembali pulang. Di perjalanan menuju rumah, Alya melihat jambu air membuat ia ingin mengambil nya. Gara-gara jambu yang ia ambil beberapa hari yang lalu membuat ia menjadi ketagihan.
Alya menahan tangan Ara agar berhenti berjalan."Ra, mau dong jambu airnya."
Ara menatap ke samping, tempat pohon jambu air. Ara tidak tahu jika jambu airnya sudah ada beberapa yang siap di petik.
"Boleh kak. Ara cari tongkat dulu ya buat ambil jambunya,"ucap Ning Ara.
"Enggak perlu Ra, Kaka bisa kok manjat,"ucap Alya membuat Ara tercengang.
"Tapi itu tinggi loh kak !"sebenarnya Ara juga bisa memanjat pohon namun jika sudah tinggi ia tidak berani.
"Enggak papa. Mudah itu bagi Kaka,"ucap Alya menepuk dadanya bangga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
Random(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
