ADK 33

4.5K 197 0
                                        

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu'alaikum
Sebelum baca kita istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,

jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca

Tandai typo

Happy Reading

🌼🌼🌼

"Abqary, Lo—"ucapan Alya terhenti ketika melihat abqary telah selesai membuat makanan. Tidak ribet, abqary hanya membuat roti tawar lalu di campur bahan lainnya dengan versinya sendiri. Dan di dampingi susu menjadi minumannya.

"Maaf, abqary, gue terlalu fokus baca buku sampai lupa kalau ini pagi. Yang gue ingat saat ini siang,"Alya menghampiri abqary."Harusnya Lo juga tegur gue dong. Biar nanti kita masaknya bareng-bareng,"

"Sudah tidak apa-apa. Lagipun, saya tidak mau menganggu kamu. Kamu tengah fokus membaca buku yang saya rekomendasikan dan saya senang melihatnya. Jadi, tidak perlu merasa bersalah. Lagipula memasak bukan tugas seorang istri,"kata abqary.

Abqary banyak merekomendasikan buku-buku tentang muslimah pada istrinya. Dan dengan senang Alya membacanya. Kemarin waktu ia dan istrinya berkunjung ke rumah orangtuanya. Abqary membawa beberapa bukunya.

"Saya menikahimu bukan ingin menjadikan kamu pembantu. Saya ingin menjadikan mu bidadari di dalam kehidupan saya, pendamping seorang laki-laki ini."abqary menunjuk dirinya lalu Ia meletakan roti dan susu di meja.

"Jika ayah dan bundamu masih hidup, saya yakin mereka akan selalu meratukanmu. Masa, saya yang hanya laki-laki yang masuk ke dalam kehidupan mu setelah ayahmu, dan pengorbanan nya tidak sebesar ayahmu. Saya memperlakukan mu semena-mena,"lanjut abqary mengecup kening Alya sekilas.

Walaupun disaat abqary menikahi Alya Ayah Alya sudah tidak ada, ia yakin kalau ayah Alya akan berkata untuk selalu membahagiakan putrinya dan meratukannya dalam hidupnya.

Alya membengkap mulutnya. Kata-katanya itu loh... Membuat Alya jadi pengin teriak. Jujur! Dirinya kenapa kalau di dekat abqary jadi lebay bangetsss.

"Tapi kan Lo pernah bilang. Kita harus saling membantu. Lo udah capek cari nafkah masa Lo juga yang yang masak,"kata Alya.

"Kan baru kali ini. Jadi lupakan saja, ya,"abqary menelusuri surai panjang itu agar tidak menutupi wajah.

"Iya. Tapi ingat Lo nggak boleh kayak gini lagi,"Alya mencebik.

"Iya,"

"Tapi, misalnya Lo kerja sampai malam. Gue yang masak. Biar Lo pulang tinggal istirahat dan makan makanan gue,"ucap Alya. Namun, tidak yakin kalau masakannya tidak akan seenak buatan suaminya.

"Pokoknya Lo harus mau !"tukas Alya ketika abqary ingin menolak.

"Iya, bidadari cantiku ini baik banget deh."abqary tiba-tiba mengambil ikat rambut lalu mengikat rambut istrinya agar saat makan tidak terganggu.

"Kata nenek. Emang benar ayah selalu meratukan gue sama bunda. Pokoknya ayah adalah ayah dan suami terbaik bagi gue sama bunda,"ucap Alya.

Alya dan Kehidupannya ( END )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang