بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum
Sebelum baca kita istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
Happy Reading
🌼🌼🌼
Lihatlah kebawah untuk bersyukur dan membantu bukan merendahkan. lihatlah Ke atas untuk terinsipirasi bukan dengki. lihatlah ke sekitar untuk merangkul bukan memusuhi
Alya nur aufa
•
"Lo harus coba bubur ini,"ucap Alya menunjuk bubur yang tengah di buat oleh orang lain. Alya masih menunggu antrian nya. Mungkin setelah ini ia baru dibuatkan.
"Ini bubur yang paling terenak yang pernah gue coba —eh typo, bubur terenak yang kedua setelah buatan ayah dan bunda,"ucap Alya.
"Berarti kamu ingat ya walaupun pas itu kamu masih kecil."Alya menggeleng membuat kening abqary mengerut.
"masa-masa kecil, gue nggak terlalu ingat,"
"Tapi gue yakin kok kalau buatan bubur ayah bunda itu enak,"sambung nya mengangkat kedua ibu jarinya ke udara.
"Kalau Lo masih ingat tentang masa kecil Lo ?"tanya Alya.
"Saya juga nggak terlalu ingat. namun kalau lihat sesuatu benda yang mungkin pernah saya lihat waktu kecil, in syaa Allah saya bisa mengingat nya,"ucap abqary.
"Gitu ya"
"Iya, bidadari cantiku,"
Alya menepuk-nepuk pipinya."Gak baper gue,"ucap Alya membuat abqary tertawa kecil dibalik masker nya.
"Mau berapa ?"tanya penjual bubur pada Alya dan abqary
"Dua aja pak,"jawab Alya.
"Mau makan di sini apa di bungkus ?"
"Di sini pak,"
Penjual itu mengangguk dan mulai meracik buburnya.
"Bentar, abqary kan pakai masker,"batin Alya menoleh ke abqary sementara Abqary mengangkat sebelah alisnya karena Alya menoleh padanya.
"Bungkus aja deh pak,"ucap Alya.
"Oke kak,"
"Misalnya kamu mau makan di sini tidak apa-apa."ucap abqary tahu alasan Alya tidak jadi makan disini.
"Nggak. Kita makan di rumah aja,"ucap Alya menciptakan tak enak hati abqary.
"Gak perlu enak hati. Gue emang suka makan dirumah."ucap Alya.
Tidak menunggu lama bubur ayam sudah jadi.
"Makasih pak,"ucap Alya menerima bubur.
"Sama-sama kak,"
Abqary mengeluarkan uang bernilai seratus ribu lalu di berikan ke penjual."Kembalian ya buat bapak aja ?"ucap Alya menoleh sebentar ke abqary yang mengangguk.
"Makasih. Setiap beli selalu kasih uang lebih,"ucap penjual.
"Itu rezeki bapak."abqary mengelum senyum mendengar balasan Alya.
"Kalau mau makan itu cari sendiri ! Bukan minta-minta!"
Semua orang yang berada di dekat sana mengalihkan pandangan nya ke arah gertakan itu. Terlihat, ada ibu tua dan anak kecil dengan pakaian yang kumuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
Random(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
