بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ)
Setelah sholawat baca istigfar dulu ya guys...
Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,
Tetap up walaupun voment dan pembaca menurun mungkin coklat yang kelamaan up atau cerita nya udah nggak menarik😭😭
jangan lupa pencet bintang yang dipojok yuk guys sebelum baca
Tandai typo
Happy Reading
🌼🌼🌼
Abqary menatap ummi aisyah dengan perasaan bersalah. Dengan tangan menggenggam Alya."Ummi, kami pamit ya,"ucap abqary membuat ummi Aisyah menatap tidak rela kedua pasangan itu untuk pulang.
Ummi Aisyah menghampiri Alya yang sedari tadi menunduk.
"Sayang, kamu benar-benar tidak ingin lagi tinggal di sini. Ummi Janji kamu akan aman, kejadian kemarin tidak akan ummi biarkan lagi,"ucap ummi Aisyah berusaha menyakinkan Alya.
Alya tidak berani menatap ummi Aisyah,"Mau pulang,"ucap Alya menggoncangkan jemari abqary yang ia pegang.
Gus Shaka menoleh pada keponakan perempuannya yang dari tadi menghela nafas berat.
"Kenapa Ra ?"
"Hukuman yang mereka alami tidak sebanding dengan mereka yang lakukan pada kak Alya. Kak Alya sampai-sampai menjaga batas dengan kita. Ummi aja sampai nangis kemarin, karena kak Alya pulang ke rumah dan pagi ini baru keluar kamar, itupun karena sudah ingin pergi,"ucap Ara menatap sendu Alya.
"Lihat, Abi, ummi, paman, ara tidak marah kan. Mereka justru senang akhirnya bertemu kamu,"bisik abqary, agar Alya mengangkat kepalanya, untuk menatap mereka semua dan berkeinginan untuk tetap tinggal di sini. Namun, Alya tetap merunduk.
"Maafin Alya. Alya tidak mau tinggal di sini,"ucap Alya pelan. Dari nada suaranya, tersirat ketakutan.
"Tapi nanti main-main ya kesini,"ucap ummi Aisyah.
Alya menggeleng kuat."Enggak mau!"sontak hati ummi aisyah mencelos.
"Yasudah, nanti kami yang main ke rumah kamu. Bolehkan?"tanya ummi Aisyah menggenggam sebelah tangan Alya yang tidak di tepis oleh Alya. Hanya itu saja sudah membuat ummi Aisyah senang.
"Boleh, tapi nanti jangan marah sama Alya,"lirih Alya dengan bibir bergetar.
Aisyah menggeleng. Hatinya terasa seperti di pukul beribu-ribu balok, sakit. Seorang ibu mana yang tidak sakit melihat anaknya jalani ketakutan. Aisyah memeluk Alya. Namun, pegangan Alya pada abqary tidak lepas.
Aisyah mengusap punggung Alya,"Enggak sayang, kami tidak marah sama kamu."ummi Aisyah mengurai pelukan ketika merasakan badan Alya bergetar takut.
"Ayok pulang,"pinta Alya pada abqary.
"Iya dek, kita pulang,"sahut abqary mengusap punggung tangan Alya, mencoba menenangkan.
"Salam sama mereka dulu ya,"pinta abqary dengan lembut. Namun Alya menggeleng. Tangan nya menarik-narik jari abqary,"pulang..."pintanya merengek.
Abqary menghela nafas. Kemudian Laki-laki itu tersenyum pada Alya."baiklah jika tidak mau,"ucap abqary.
Pandangan Abqary tertuju pada keluarganya. Apalagi saat menatap ummi nya. Matanya seolah mengatakan 'maaf' karena tidak bisa membujuk istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya dan Kehidupannya ( END )
Random(WAJIB FOLLOW DULU YA SEBELUM MEMBACA) Di mohon bijak dalam berkomentar untuk menjaga perasaan penulis‼️ Tidak memplagiat dan tidak mau di plagiat‼️ Jika ada kesamaan nama tokoh atau latar tempat itu hanya unsur KETIDAKSENGAJAAN‼️ CERITA INI SUDAH...
