Terkadang mereka juga bisa serius

160 28 10
                                        


Allooww..author kembali..

Ada yang kangen nggak?

Hehehhe...

Seperti biasa ya, follow dulu sebelum lanjut baca. Oke..!!!

***



Duo ajaib yang sudah sama-sama mengantongi kartu SIM sejak setahun yang lalu itu kini siap untuk berkendara menyusuri jalanan ibu kota yang ramai, keduanya sudah berbusana kece sesuai standar anak muda masa kini lengkap dengan kaca mata hitam yang...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Duo ajaib yang sudah sama-sama mengantongi kartu SIM sejak setahun yang lalu itu kini siap untuk berkendara menyusuri jalanan ibu kota yang ramai, keduanya sudah berbusana kece sesuai standar anak muda masa kini lengkap dengan kaca mata hitam yang menyempurnakan penampilan mereka.

"hey yooow, are you ready girl?" tanya nara dibalik stir.

"yuhuu,,,

Sepiii gooo....!!!" seru renata antusias, namun nara tidak juga melajukan mobilnya dan justru melirik sinis pada renata.

"kenapa lo? jangan bilang lo nggak ngerti cara ngendarain mobil mewah?" tanya renata terheran.

"ck, yang bener donk lo. masak mobil keren begini lo namain sapi sih? nggak-nggak, enak aja.
langsung ilang nih mood gue" sungut nara bersedekap dada dengan wajah kesal.

"hadeeehh,,,apaan donk? seru tau 'sepii goo!!'. aseekkk" seru renata.

"nggak, enak aja.
mobil lo aja namanya keren roona karna warna maroon, masak lo namain mobil gue sapi sih?"sungut nara tidak terima.

"ck, alamat nggak jadi jalan ini. yaudah gih namain sendiri"

"nggak mau, lo aja" nara masih memasang wajah kesal, sementara renata kini tampak berfikir sambil mengetuk-ngetuk dagunya.

"eeeuuuummm apa ya?
ah gue tau, kita panggil mobil ini jarjit aja kan item ra"

"ah, bengak.
makin error lo, udahlah nggak usah dinamain aja, Emosi gue." putus nara yang akhirnya memutuskan menyalakan mesin dan mulai melajukan mobilnya.

"black-B aja ra, si hitam punya bima" celetuk renata ditengah perjalanan.

"kok kayak ambigu banget deh ta kedengarannya" jawab nara dengan wajah berfikir dan mata yang terus fokus pada jalanan didepannya.

"iya juga ya? agak berbau pervert gitu sepertinya. hahahahahaaa" sahut renata membenarkan, sukses membuatnya mendapat geplakan dikepalanya.

"Black-B ya?" nara bermonolog
"Black-B ,Black-B, Black,,
ah gue tau ta, si hitam dari bima" seru nara sambil menaik turunkan alisnya.

"wuueeeehhh,,keren-keren.
bagus ra, meskipun yang dari gue tadi kayaknya lebih greget gitu..aaauuuwww.." goda renata sambil mengedip-ngedipkan matanya dan membuatnya mendapat geplakan lagi pada kepalanya.

"orang gila, lo belajar hal pervert gini dari mana deh?
gue aja yang bentar lagi nikah nggak gitu-gitu amat. jangan-jangan lo.." kalimat nara menggantung karena renata memotong ucapannya.

PARAMOURTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang