(SESE STORY ) Mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang gadis yatim piatu berusia 18 Tahun bernama Jenara yang terpaksa harus menikah dengan Bima, seorang pria dewasa yang namanya tertulis dalam surat wasiat mendiang ayahnya.
Bagaimana kelanjutan...
Jumpa lagi bersama author gabut, dengan kisah cinta mas CEO bucin dan Adek bar-bar.
semoga tidak bosan dengan mereka ya.
jangan lupa follow, votes dan komen.
emang nggak bosen jadi ghost readers?? celem tau. hehehee...
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
flashback<<<
Seorang pria bersama anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun, tengah menunggu istrinya yang sedang hamil tua di depan pintu toilet sebuah pusat perbelanjaan, kedua laki-laki lintas generasi itu terlihat bersandar pada dinding sambil bersedekap dada.
Sepertinya mereka tidak perlu melakukan tes DNA untuk membuktikan hubungan mereka, karena selain wajah mereka yang begitu mirip, kebiasaan dan perilaku mereka benar-benar hampir sama persis.
"ck, mama lama banget sih pah?" gerutu anak laki-laki itu.
"sabar Bima, adik bayi pasti nendang-nendang terus di perut mama. Jadi mama kebelet pipis terus" jelas sang ayah.
"oh ya? Kenapa bisa bikin mama kebelet pipis terus?"
"ya karena adik bayi semakin tumbuh besar, jadi setiap pergerakannya akan menekan beberapa organ tubuh mama. Termasuk kandung kemih, jadi mama sering kebelet pipis nak"
Anak laki-laki itu tampak manggut-manggut sok tau, sementara sang ayah hanya tersenyum sambil mengusak kepala anak laki-laki itu.
"habis ini kita kemana pah? Mumpung di luar kota gini, gimana kalau kita berkunjung ketempat wisata? Papa udah selesai kan ketemu kliennya? " usul anak laki-laki itu.
"eeummmm,, boleh sih bim.
Tapi kita tanya mama dulu ya, soalnya kan perut mama udah gede. Takutnya mama kecapekan"
Anak laki-laki tampak merengut, membuat sang ayah memandangnya dengan perasaan tidak enak.
Bagaimanapun, sebelumnya anak laki-laki itu adalah anak tunggal yang sangat dia sayangi. Pria itu tidak ingin kehadiran adik membuat anak pertamanya merasa tersisihkan dan terabaikan keinginannya.
"yaudah, karena Bima udah jadi anak baik dan mau nemenin mama selama papa ketemu klien. Habis ini kita jalan-jalan, tapi deket-deket aja ya! Kan besok kita harus pulang"
"yeeeaaaayyy...!!! Makasih pah" pekik anak laki-laki itu kegirangan.
Tak lama, wanita yang sedari tadi mereka tunggu keluar dari dalam toilet, "aduh, kayaknya ada yang keturutan nih kemauannya. Ada apa nih? Kasih tau mama donk" celetuk wanita itu, saat melihat putranya melompat kegirangan.