(SESE STORY ) Mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang gadis yatim piatu berusia 18 Tahun bernama Jenara yang terpaksa harus menikah dengan Bima, seorang pria dewasa yang namanya tertulis dalam surat wasiat mendiang ayahnya.
Bagaimana kelanjutan...
iya kan, seminggu itu sebentar. buktinya kita udah ketemu lagi aja.
lanjut lagi yuk, eh tapi jangan lupa follow dulu sebelum baca ya guys..
***
Sejenak Nara tertegun memandangi wajah teduh kedua orang tuanya yang tengah tersenyum lembut padanya, kemudian beralih menatap suaminya yang terlihat begitu kacau dan menyedihkan.
Gadis itu menghela nafas kasar, menunduk sambil memainkan jemarinya.
"maaf ayah-bunda, aa-aaku nggak bisa ikut kalian.
sepertinya aku harus tetap disini, aku akan coba memulainya kembali dan lebih berani menghadapi kenyataan yang akan terjadi" jawab Nara dengan suara lirih, membuat kedua orang tuanya tersenyum setelah mendengarnya.
"pilihan yang bagus sayang, kami bangga padamu" Putri mengecup sekilas kening Nara kemudian tersenyum lembut, begitupun Dannar yang kini memeluk hangat tubuh Nara sambil memejamkan matanya, seolah menyalurkan energi dan kekuatan pada putri semata wayangnya, agar lebih kuat dan berani untuk kembali meneruskan kehidupannya.
"kembalilah sayang, kami akan selalu menyertai langkahmu.
tunaikan tugasmu yang belum usai, dan berbahagialah.
karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami juga"
Butir-butir air mata mulai membasahi wajah Nara kala melihat tubuh orang tuanya yang perlahan berpendar, gadis itu menangis dengan bahu bergetar hebat saat terakhir kali melihat wajah dan senyum kedua orang tuanya benar-benar hilang dari hadapannya. Hingga tiba-tiba Nara merasakan tubuhnya ditarik kuat oleh sebuah energi besar yang membawanya masuk kedalamtubuhnya sendiri.
Saat itulah tubuh terbaring Nara tersentak dengan suara tercekat dan nafas tersengal, membuat bima terkejut dengan mata membelalak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ISTRI SAYA SUDAH BANGUN..!!" teriak Bima sambil menekan tombol darurat untuk memanggil petugas medis.
"syukurlah, terima kasih Tuhan.
Terima kasih sudah membuatnya kembali.
Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah bertahan dan kembali" ucap pemuda itu penuh syukur , kemudian menggenggam tangan Nara semakin erat dan menciumi punggung tangan gadis itu dengan tangis bahagia.